Lifestyle

Mom, Waspadai Penggunaan Bedak Tabur pada Si Kecil

Bahaya Mom, bedak tabur bisa menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan hingga kanker. Apablagi bedak tabur yang menggunakan kandungan talc.


Mom, Waspadai Penggunaan Bedak Tabur pada Si Kecil
Ilustrasi bedak tabur untuk bayi ( Mesothelioma Hope)

AKURAT.CO, Penggunaan bedak tabur pada bayi sudah menjadi hal biasa di kalangan ibu-ibu sejak dulu. Bahkan menurut sebuah penelitian, sekitar 90 persen ibu di Indonesia menggunakan bedak tabur secara rutin usai memandikan Si Kecil.

Bedak tabur biasanya digunakan untuk mencegah berkeringat, menjaga kesegaran kulit, serta menjaga tubuh Sii Kecil tetap wangi. Namun, kini banyak Mom yang mulai khawatir menggunakan bedak tabur pada Si Kecil?

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bedak tabur  bayi bisa sangat berbahaya bagi bayi. Bayi bisa menghirup partikel kecil di bedak, sehingga berisiko menyebabkan bayi mengalami gangguan pernapasan seperti pilek, batuk-batuk, sesak napas, dan mengi. Selain itu, Si Kecil yang menghirup partikel bedak tabur secara terus menerus juga bisa mengakibatkan kerusakan pada  paru-paru mereka.  Sama halnya yang disampaikan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), serta the Occupational Safety and Health Administration (OSHA).

“Orangtua yang menggunakan bedak bayi dalam jumlah besar yang diaplikasikan pada tubuh terutama area wajah bayi dapat memperbesar risiko partikel halus bedak bayi dihirup melalui hidung dan memengaruhi paru-paru,” jelas Joel Kahan, M.D., Director of Pediatrics di Syosset Hospital, New York, Amerika Serikat.

Selain gangguan pernapasan, Mom juga perlu berhati-hati sebab banyak bedak tabur yang menggunakan talc. Secara kimiawi, talc adalah magnesium silikat hidro yang terbentuk dari mineral alami magnesium, silikon, oksigen, dan hidrogen. Bubuk ini juga dikenal bermanfaat dalam menyerap kelembapan. Maka tak heran bila banyak bedak bayi menggunakan kandungan ini. 

Akan tetapi, kandungan talc juga berisiko terhadap pernapasan dan paru-paru bayi. Ya, Si Kecil rentan mengalami radang paru-paru atau pneumonia jika menghirup talc dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu panjang. Bahkan, sebuah peneitian mengatakan penumpukan talc di paru-paru bisa menyebabkan kanker.

Selain itu, kandungan ini juga bisa menyebabkan kulit Si Kecil menjadi kemerahan dan gatal seperti terbakar. Oleh sebab itu, Mom sangat tidak dianjurkan menggunakan bedak tabur yang mengandung talc. 

Sebenarnya, tidak ada larangan resmi tentang pemakaian bedak tabur pada bayi. Namun, jika tidak dipakaipun sebenarnya tidak masalah. Apabila ingin memakaikan bedak pada Si Kecil, Mom bisa mempertimbangkan alternatif pengganti bedak tabur, seperti bedak cair atau losion berbahan dasar minyak.

Produk seperti ini terbukti lebih aman dan tidak menimbulkan risiko gangguan pernapasan karena teksturnya tidak mengandung partikel.[]