Lifestyle

Mom, Menyekolahkan Anak Terlalu Dini Ternyata Bahaya Lho!

Menyekolahkan anak terlalu dini ternyata memiliki dampak buruk


Mom, Menyekolahkan Anak Terlalu Dini Ternyata Bahaya Lho!
Sekolah terlalu dini bisa sebabkan anak terkena masalah mental

AKURAT.CO, Setiap orangtua pasti menginginkan hal yang terbaik untuk si kecil, termasuk masalah pendidikan. Dan kebanyakan orang percaya bahwa semakin cepat menyekolahkan anak, semakin baik pula untuk perkembangan si kecil. 

Di usia emas (golden age) yakni 0-5 tahun, otak anak memang mampu menyerap segala hal seperti spons. Karena itulah orangtua yakin bahwa menanamkan berbagai pengetahuan dan keterampilan lewat sekolah sedini mungkin bisa membuat anak tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Sayangnya, para ahli tidak setuju dengan pemikiran para orangtua ini. Melansir Times of India, studi yang dilakukan oleh para peneliti dari University of Exeter Medical School di Inggris mengungkapkan bahwa, bahkan jika anak sangat berbakat dan cepat belajar, memulai sekolah terlalu dini dapat berdampak pada kesehatan mental si kecil.

Para ahli menyarankan orang tua mempertimbangkan usia anak-anak mereka dengan teman sebayanya di taman kanak-kanak. Perbedaan besar dapat berdampak buruk pada kesehatan mental anak. Menurut sebuah studi baru, anak-anak yang lebih muda dari teman sebayanya (mendekati batas usia minimum untuk mulai sekolah) cenderung punya prestasi buruk di kelas dan membutuhkan perhatian lebih khusus daripada teman sekelas mereka.

Untuk penelitian ini, tim peneliti menggunakan data yang dikumpulkan dari penelitian yang ada, yaitu “Studi Pendukung Guru dan Anak di Sekolah” (Studi STCS). Penelitian ini dilakukan pada 2.075 siswa sekolah dasar (usia lima sampai sembilan tahun) dari 80 sekolah yang berbeda di Devon, Inggris. Studi ini mencakup serangkaian kuesioner yang diisi oleh orangtua dan guru untuk membantu tim  menilai episode emosi negatif yang dialami oleh anak-anak seperti khawatir dan takut, memiliki hubungan yang lebih buruk dengan teman sebayanya, masalah perilaku dan konsentrasi.

Di akhir penelitian, disimpulkan bahwa anak-anak yang lebih muda lebih cenderung memiliki kesehatan mental yang buruk dibandingkan dengan teman sebayanya. Itu bisa jadi karena mengikuti teman sebaya yang lebih tua mungkin sedikit membuat mereka stres pada usia dini.

Hal serupa pun ditemukan oleh para peneliti di Taipei Veterans Hospital di Taiwan. Mereka mengungkapkan bahwa anak-anak yang memasuki kelas (sekolah) di bawah usia, rentan menderita attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD) alias sindrom hiperaktif. Kondisi ini disebabkan anak dipaksa untuk mengontrol perilakunya. Seperti diketahui, kontrol perilaku seharusnya berkembang seiring bertambahnya usia, namun karena dipaksakan anak pun menjadi rentan terkenda ADHD. 

Oleh sebab itu, orangtua diminta untuk menunggu waktu yang tepat demi kesehatan mental si kecil.

Menurut para ahli, tiga tahun adalah usia yang ideal bagi anak-anak untuk mulai bersekolah. Namun, ada beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum mengirim si kecil ke sekolah.

  • Anak harus sudah bisa menggunakan toilet 
  • Anak bisa duduk diam, minimal untuk waktu yang singkat.
  • Anak dapat menghabiskan waktu jauh dari orangtua
  • Anak dapat mengomunikasikan kebutuhan mereka dan mendengarkan orang lain.