Lifestyle

Mom, ASI Juga Bisa Berubah Warna Lho

Warna ASI bisa berubah. Umumnyaterjadi karena makanan yang Mom konsumsi. Namun, secara alami ada juga beberapa tahap yang membuat ASI berubah warna.


Mom, ASI Juga Bisa Berubah Warna Lho
Ilustrasi menyusui. (Foto: Fit Pregnancy)

AKURAT.CO, Mom pasti tahu betapa pentingnya air susu ibu alias ASI untuk Si Kecil di tahun-tahun awal kehidupannya. ASI adalah sumber nutrisi utama, yang tidak hanya memelihara Si kecil tetapi juga melindunginya dari penyakit, meningkatkan kekebalan dan membantunya tumbuh optimal.

Namun apakah Mom tahu bahwa ASI bisa berubah warna?

Ya, ASI bisa berwarna kuning, putih, bening, krem, cokelat, atau semburat biru. Jika masih ibu baru, Mom mungkin kaget dengan hal ini. Bahkan, Mom mungkin akan panik untuk sementara waktu. Oleh sebab itu, Akurat.co coba menjelaskan mengapa ASI berubah warna dan kapan Mom perlu merasa khawatir.

Warna ASI berubah karena berbagai alasan. Alasan paling umum adalah asupan makanan dan minuman. Makanan yang Mom makan dapat memberikan warna hijau, merah atau merah muda pada ASI. Sedikit warna ini juga dapat terlihat pada urin Si Kecil.

Berikut ini beberapa warna ASI dan penyebabnya, dilansir Akurat.co dari Times of India, Selasa, (3/8/2021):

Hijau

Makan banyak sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan rempah-rempah dapat membuat ASI Mom menjadi sedikit kehijauan.

Merah muda, oranye atau merah

Buah-buahan yang berwarna merah atau oranye, seperti bit, wortel, dapat memberikan warna ini pada ASI.

Cokelat

Jika ASI Mom berwarna coklat, berkarat atau oranye tua, maka itu bisa disebabkan oleh kebocoran darah dari dalam ke saluran ASI.

Hitam

ASI hitam pada dasarnya disebabkan oleh antibiotik Minocin, yang menyebabkan penggelapan kulit. Antibiotik ini tidak dianjurkan saat menyusui anak.

Selain itu, warna ASI juga berubah secara alami berdasarkan beberapa tahap, sesuai dengan kebutuhan bayi yang sedang tumbuh. Perubahan ini terjadi seminggu atau beberapa hari setelah melahirkan.

Berikut perubahan warna ASI berdasarkan tahapnya:

Kolostrum

Ini disebut sebagai susu pertama yang Mom hasilkan setelah kelahiran Si Kecil. Tubuh hanya memproduksi sejumlah kecil kolostrum dalam lima  hari pertama, setelah melahirkan. Tapi, susu ini sangat bergizi dan kaya akan antibodi. Kolostrum pada umumnya berwarna kuning atau jingga yang kental, tetapi kadang-kadang bisa jernih, encer, dan berair. Akan tetapi, tingginya kadar beta-karoten dalam batch pertama susu ini bisa menyebabkan ASI berwarna kuning tua atau oranye.

Susu transisi

Setelah seminggu, tubuh mulai memproduksi lebih banyak ASI untuk memenuhi kebutuhan bayi yang sedang tumbuh. Ini disebut sebagai susu transisi yang diproduksi antara tahap kolostrum dan susu matang. Fase ini berlangsung selama dua minggu setelah kehamilan dan umumnya ASI tampak berwarna kuning atau putih.

Susu matang

Setelah dua minggu, tubuh Mom mencapai tahap susu matang. Warna susu yang dihasilkan saat ini tergantung pada kandungan lemaknya. Ini dikategorikan dalam dua bagian, yaitu foremilk dan hindmilk.

Foremilk adalah susu yang mengalir di awal sesi menyusui, lebih encer dan memiliki kandungan rendah lemak. ASI ini biasanya tampak bening atau kebiruan. Setelah beberapa saat, selama sesi menyusui, kandungan lemak meningkat dan susu menjadi lebih kental, dan tampak putih atau kuning. Inilah yang disebut hindmilk.

Kapankah Mom harus merasa khawatir?

Sebagian besar penyebab perubahan warna ASI adalah karena makanan yang Mom konsumsi. Jadi, Mom tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Namun, dalam kasus ASi berwarna hitam, Mom perlu berbicara dengan dokter untuk mendapat penanganan. 

Selain itu, Mom juga perlu waspada pada saat ASI berwarna kemerahan atau merah muda. Sebab, mungkin saja telah terjadi infeksi payudara. Dalam kasus seperti itu, konsultasikan dengan dokter.[]