News

Moeldoko VS ICW, Begini Suara Netizen

Netizen turut menyuarakan dukungannya menyorot polemik Moeldoko vs ICW.


Moeldoko VS ICW, Begini Suara Netizen
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Dugaan keterlibatan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dalam "promosi terselubung" Ivermectin sebagai obat Covid-19 dan dugaan keterlibatan HKTI "mencari untung" ekspor beras, menyita perhatian publik. Dugaan itu disampaikan lewat penelitian yang dilakukan oleh Indonesia Corruption Watch atau ICW.

Kuasa hukum Moeldoko, Otto Hasibuan, pun mengancam akan melaporkan ICW ke polisi karena tudingan tersebut. Otto juga mendesak ICW untuk membuktikan tudingan tersebut.

Apabila ICW tidak dapat membuktikan maka Otto meminta agar ICW mencabut penelitian Egi Primayoga tersebut dan meminta maaf di media massa. 

"Jadi, di sini kita berikan kesempatan. Buktikan dulu, ICW, saudara Egi buktikan, mana bukti? Kapan Pak Moeldoko atau HKTI bekerja sama dengan Noorpay melakukan ekspor beras? Kapan? Kalau ada bukti buka saja di publik," kata dia dalam konferensi pers secara daring, Kamis (29/7/2021). Publik pun turut menyorot polemik tersebut.

Lewat media sosial Twitter yang dihimpun AKURAT.CO, Senin (2/8/2021) seorang netizen bernama Patrick meminta ICW gentle menghadapi ancaman tersebut dan harus dapat membuktikan tudingannya itu.

"Jangan jadi sejenis undur-undur yang tidak gentle, kalau tuduhan kalian (ICW) kepada Pak Moeldoko didukung bukti kuat hadapi dong secara hukum. Jangan maksa somasi dicabut dengan pengerahan ormas-ormas lain. Jangan jadi pengecut hina-hina tapi merasa paling benar sendiri," kata @patrickharimo.

Sedangkan menurut netizen Petra, justru Moeldoko harus dapat membuktikan tudingan ICW itu agar tak jadi fitnah. "Kalau memang statement fitnah dapat dibuktikan seperti permintaan, kan beres. Masak minta dihormati, tapi tidak mau menghormati hak-hak orang lain?" tulis @petraimmanuel.

Pro-kontra netizen juga terjadi di kolom komentar Twitter pegiat media sosial Denny Siregar. Awalnya Denny membuat cuitan untuk mengomentari pemberitaan dengan judul Moeldoko Pakai UU ITE Jika ICW Tak Minta Maaf Soal Ivermectin. "Asyikkk... Berantem," tulis @Dennysiregar7.

Rupanya, cuitan itu menuai pro-kontra di kalangan netizen. Seperti Rizaldi yang beranggapan bahwa Moeldoko akan mematikan ICW.

"Mantap KPK udah dilumpuhkan, next ICW kita matikan, biar bebas garong uang rakyat, hiduuup pakde jangan lupa naikkan bonus buzzerRp," sindir @RizaldiSyahp.

Lantas, akun @arek_trawas membalas sindiran Rizaldi. "Yang mau matikan ICW sapa??? Justru moeldoko minta klarifikasi atas fitnahan ICW. Agama manapun jelas melarang fitnah. Tapi lain ceritanya jika gak beragama. Takbir..." tulis @arek_trawas.

Sebagai pengingat, ICW menduga bahwa putri bungsu Moeldoko, Joanina Novinda Rachma, memiliki kedekatan dengan pihak PT Harsen, produsen obat Ivermectin. 

ICW mengungkapkan Joanina memiliki hubungan bisnis dengan Sofia Koswara. Sofia diduga berperan membantu PT Harsen dalam memperkenalkan Ivermectin ke publik. 

Selain itu, ICW juga menduga Sofia bekerja sama dalam impor beras dengan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), organisasi yang diketuai Moeldoko. 

Moeldoko pun membantah hal tersebut. "Tidak ada urusan dan kerja sama antara anak saya, Jo (Joanina, Red) dengan PT Harsen Lab," kata Moeldoko beberapa waktu lalu di sejumlah media.[]