News

Moeldoko Tunggu Jawaban Somasi dari ICW

Somasi sudah dikirim Senin sore kemarin


Moeldoko Tunggu Jawaban Somasi dari ICW
Ketua Dewan Pembina Peradi, Otto Hasibuan menilai KPK tak menghargai profesi advokat dalam kasus Fredrich Yunadi, Kamis (18/1). (AKURAT.CO/Muslimin)

AKURAT.CO, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko sudah melayangkan somasi kepada Indonesia Corruption Watch (ICW). Moeldoko, saat ini, tengah menunggu jawaban ICW atas somasi tersebut.

"Kita menunggu respon mereka (ICW)," kata Otto Hasibuan dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Otto mengatakan somasi telah dikirim Senin sore kemarin. Soal detail somasi dan tindakan yang akan ditempuh apabila ICW tidak menjalankan isi somasi, Otto tidak menjelaskan. 

Dalam jumpa pers Kamis pekan lalu, Moeldoko melalui Otto meminta ICW membuktikan tuduhan terlibat dalam bisnis obat Covid-19 Ivermectin. Jika tidak bisa membuktikan, ICW harus meminta maaf secara terbuka dan mencabut pernyataan.

Namun apabila ICW tidak melakukannya, Moeldoko akan mengajukan laporan ke kepolisian.

Moeldoko sendiri sudah menyampaikan bantahan atas tuduhan IWC tersebut. Moeldoko geram lantaran namanya disebut terlibat dalam peredaran Ivermectin. Ancaman pelaporan disampaikan Moeldoko jika ICW tidak meminta maaf sebagaimana termuat dalam surat somasi.

"Atas berbagai tuduhan tersebut, Moeldoko mempertimbangkan melakukan langkah hukum terhadap ICW," tulis siaran pers KSP, Kamis (29/7/2021).

Nama Moeldoko disebut dalam artikel temuan ICW yang diberi judul 'Polemik Ivermectin: Berburu Rente di Tengah Krisis'. Dalam artikel yang dipublikasikan lewat situs resmi ICW, ICW menyebut ada potensi rent-seeking dari produksi dan distribusi seiring dugaan keterkaitan anggota partai politik, pejabat publik, dan pebisnis dalam penggunaan Ivermectin untuk menanggulangi Covid-19. 

ICW mengaitkan Moeldoko dengan produsen Ivermectin, yaitu PT Harsen Laboratories. Mereka menilai Moeldoko punya hubungan dengan Wakil Presiden PT Harsen Laboratories Sofia Koswara. ICW menyebut Sofia juga menjabat petinggi PT Noorpay Perkasa. Pemegang saham perusahaan itu adalah anak Moeldoko yang bernama Joanina Rachma.

Moeldoko menepis semua tudingan ICW. Termasuk tentang keterlibatan anaknya, Joanina Novinda Rachma, dengan PT Harsen Laboratories. Moeldoko menegaskan Joanina tak punya hubungan apapun dengan produsen obat Ivermectin. 

Selain itu, soal tudingan ICW bahwa Joanina bekerja sebagai tenaga ahli di KSP, Moeldoko menegaskan anak bungsunya hanya sebatas magang selama tiga bulan pada 2020 silam.

Moeldoko juga membantah pernyataan ICW soal keterlibatan Joanina dalam proyek impor beras bersama Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Ia merasa tudingan itu menodai kehormatannya sebagai Ketua HKTI.

"Itu tuduhan ngawur dan menyesatkan," demikian siaran pers KSP.[]