News

Moeldoko Ditawari Jadi Ketum Partai Priboemi, Demokrat: Itu Pilihan Lebih Elegan!

Demokrat menilai, tawaran Sekjen DPP Partai Priboemi, Heikal Safar supaya KSP Moeldoko menjabat sebagai Ketua Umum Partai Priboemi perlu dipertimbangkan.


Moeldoko Ditawari Jadi Ketum Partai Priboemi, Demokrat: Itu Pilihan Lebih Elegan!
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memberikan keterangan pers di kawasan Menteng, Jakarta, Rabu (3/2/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat, Kamhar Lakumani menilai, tawaran Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Sekjen DPP) Partai Priboemi, Heikal Safar supaya Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko menjabat sebagai Ketua Umum Partai Priboemi perlu dipertimbangkan.

Hal tersebut upaya mewujudkan ambisi politiknya menjadi Ketum Partai Politik dan Calon Presiden. Selain itu menurutnya sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi KSP Moeldoko, mampukah dia membesarkan partai tersebut atau tidak.

"Itu lebih baik untuk dipertimbangkan secara serius dan ditindaklanjuti oleh Pak Moeldoko untuk mewujudkan ambisi politiknya menjadi Ketum Parpol dan Capres. Ini menjadi pilihan yang rasional dan elegan daripada menjadi “begal partai” yang mengusik Partai Demokrat," kata Kamhar kepada wartawan, Jakarta, Minggu (10/10/2021).

Kamhar menekankan, mereka adalah mantan-mantan kader Partai Demokrat. Karena, lanjut Kamhar, secara nyata telah melakukan pelanggaran berat dan tindakan insubordinatif terhadap Partai Demokrat.

"Pemecatan ini pun sudah sesuai dengan AD/ART Partai Demokrat dan mekanisme organisasi, serta bersesuaian dengan UU Partai Politik," jelasnya.

"Jika mereka memiliki keyakinan terhadap KSP Moeldoko mestinya mereka ikut serta berjuang bersama Moeldoko melalui Partai Priboemi tersebut," sambungnya.

Seperti diketahui, Sekjen DPP Partai Priboemi, Heikal Safar mengaku prihatin dengan Moeldoko yang hingga saat ini terus berkonflik dengan internal DPP Partai Demokrat. Apalagi, kedua pihak saling melaporkan hingga berujung gugatan di Mahkamah Agung (MA).

Heikal memiliki langkah konkret untuk meredam dan menghentikan konflik politik yang melibatkan eks Panglima TNI dengan ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Caranya dengan menawarkan agar Partai Priboemi diambil alih Moeldoko agar tidak berseteru lagi dengan pengurus Demokrat.

"Saya ingin menghibahkan Partai Priboemi kepada Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan seluruh pendukungnya," kata Heikal kepada sejumlah awak media massa di Jakarta Selatan, Senin (4/10/2021).