Tech

Modus Penipuan +77 Sudah Terjadi Sejak Tahun 2000


Modus Penipuan +77 Sudah Terjadi Sejak Tahun 2000
(Ilustrasi: http://husnicahyagumilar.com/)

Jakarta, Berbagai laporan terkait panggilan tidak dikenal dari nomor berwalan +77 bukanlah hal baru, melainkan sudah terjadi di seluruh dunia sejak tahun 2000-an. Konon, teknik penipuan ini berasal dari Jepang dengan sebutan Wangiri yang berarti "sekali dering dan tutup�.

Modus penipuan ini memakai metode sekali dering dan langsung menutupnya, hal ini untuk memancing korban untuk menelepon balik.

Terkadang, pelaku juga mengirim pesan SMS, WhatsApp, hingga surat elektronik (e-mail) untuk meyakinkan korban untuk menelepon balik.

Modus mulai bekerja saat korban menelepon balik pelaku, maka tagihan biaya akan melonjak tak wajar hingga Rp200-400 ribu.

Teknik yang dipakai oleh pelaku penipuan seperti ini adalah dengan menyewa nomor telepon premium internasional dari operator lokal di negara mereka. Selanjutnya, mereka menghubungi nomor acak yang ada di seluruh dunia untuk sekali dering saja.

Pelaku penipuan pun mendapatkan untung dengan menyedot saldo pulsa para korbannya. Pasalnya, mereka mendapat komisi dari operator lokal karena telah menggunakan nomor premium internasional. Mereka memperoleh setidaknya US$1 untuk setiap telepon yang masuk.

Negara-negara seperti Burundi (+257), Malawi (+265), Pakistan (+92), Rusia (+7), Nigeria (+234), Tunisia (+216), dan Belarusia (+375) merupakan negara pelaku penipuan ini berasal.

Hal terpenting untuk tidak terjerat modus penipuan ini adalah tidak menerima telepon ataupun menelepon balik dari kode telepon tak dikenal. Terlebih jika telepon yang masuk hanya berdering sekali dan berasal dari negara-negara bekas Uni Soviet dan Afrika.[]

Super Admin

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu