News

Modus Obati Gangguan Gaib, Dukun Lansia di Malaysia Diduga Perkosa Wanita 23 Tahun

Modus Obati Gangguan Gaib, Dukun Lansia di Malaysia Diduga Perkosa Wanita 23 Tahun


Modus Obati Gangguan Gaib, Dukun Lansia di Malaysia Diduga Perkosa Wanita 23 Tahun
Ilustrasi perdukunan (Pexels/Anastasia Shuraeva)

AKURAT.CO, Seorang dukun lansia di Malaysia ditangkap polisi karena diduga memerkosa seorang wanita yang berobat padanya. Menurut media Astro AWANI, dukun berusia 67 tahun itu diduga melakukan aksinya pada wanita berusia 23 tahun selama proses pengobatan di rumah tersangka di Kampung Tendong pada Jumat (15/10) sekitar pukul 15.00. Saat itu korban ke rumah tersangka didampingi ibu dan calon suaminya.

Menurut Kapolsek Pasir Mas, Mohd Nasaruddin M Nasir, saat tiba di rumah tersangka, korban bertemu dengan tersangka yang dikenal 'Ayahsu' dan istrinya 'Maksu', yang berusia 60-an. Korban disuruh oleh tersangka untuk masuk ke ruang perawatan melalui pintu belakang rumah.

“Saat korban berada di ruang perawatan sendirian, tersangka menyuruhnya melepas celananya,” jelasnya.

“Tersangka kemudian mengusap paha korban sebelum memerkosa korban.”

Mohd Nasaruddin menambahkan, tersangka juga memperingatkan korban untuk tak menceritakan kejadian tersebut kepada siapapun. Selain itu, ia menyuruh korban datang lagi untuk menjalani perawatan lanjutan.

“Korban menceritakan kejadian itu kepada calon suami dan keluarganya, sebelum membuat laporan polisi di Polsek Bunut Susu di sini dan polisi menangkap tersangka sekitar pukul 12 malam,” katanya.

Menurut Mohd Nasaruddin, tersangka yang merupakan pensiunan, ditahan sejak 17 Oktober hingga 22 Oktober. Kasusnya sedang diselidiki berdasarkan 376 KUHP yang memberikan hukuman penjara hingga 20 tahun dan cambuk jika terbukti bersalah.

Sedangkan berdasarkan penyelidikan awal, tersangka sebelumnya bertemu dengan korban di sebuah toko dan mengatakan bahwa korban menderita gangguan makhluk halus dan perlu dirawat secara tradisional olehnya.

“Tersangka juga diduga melakukan hal yang sama terhadap perempuan lain, karena telah memberikan pelayanan pengobatan tradisional sejak tahun 1995,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap setiap orang yang diperlakukan sama oleh tersangka, mau melapor ke polisi. []