News

Modus Buka Lowongan Kerja, Mucikari Prostitusi Online Yogya Pekerjakan Anak Bawah Umur jadi PSK


Modus Buka Lowongan Kerja, Mucikari Prostitusi Online Yogya Pekerjakan Anak Bawah Umur jadi PSK
Tersangka IS saat berada di Polsek Sleman, Kamis (12/3/2020) (AKURAT.CO/Kumoro Damarjati)

AKURAT.CO, Seorang pria berinisial IS (25) alias NF diringkus jajaran Polsek Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Muncikari asal Giriharjo, Panggang, Gunungkidul itu diduga mengelabui tujuh orang perempuan, bahkan dua di antaranya berstatus bawah umur, untuk berkecimpung di dunia prostitusi online.

Bersama IS, tujuh orang perempuan itu ikut diamankan. Di mana empat berperan sebagai pekerja seks komersial (PSK) dan sisanya selaku admin keuangan yang ditugasi mencari para lelaki hidung belang via aplikasi MiChat. Kemudian ada satu orang lagi yang menjadi pelanggan turut digiring petugas.

Kapolsek Sleman Kompol Sudarno menyebut, terungkapnya kasus ini diawali adanya laporan dari warga. Mereka melapor akan adanya praktik prostitusi di sebuah hotel di wilayah Sleman, tepatnya Jumat (6/3/2020) lalu.

"Dan benar, sekira pukul 22.30 WIB, petugas Polsek Sleman telah melakukan tangkap tangan terhadap sembilan orang tersebut," kata Sudarno saat sesi jumpa pers di Polsek Sleman, Kamis (12/3/2020).

"Di antara empat perempuan yang berperan sebagai pelayan seks, satu masih berusia 16 tahun. Dan di antara tiga yang berperan sebagai admin, satu berusia 15 tahun," lanjut Sudarno memaparkan.

Melalui pemeriksaan terhadap tersangka IS, didapati keterangan bahwa praktik ini telah berjalan kurang lebih sebulan terakhir. Kata Sudarno, diawali dari tipu-tipu IS ini.

"Awalnya IS membuat iklan lowongan pekerjaan di akun Facebook miliknya yang menawarkan sebagai (LC) pemandu lagu di karaoke dan karyawan toko kerudung dengan iming-iming gaji Rp1,5 juta per bulan," ujar Kapolsek lagi.

Umpan iklan lowongan itu memancing beberapa perempuan dari sejumlah daerah. Seperti Wonosobo, Lampung, Madiun, dan Banyumas. Namun, apa yang mereka dapat tak seperti yang dijanjikan.

Sebagian diminta memanfaatkan aplikasi MiChat untuk jadi admin pencari hidung belang bergaji Rp1,5 juta sebulan. Sisanya jadi 'pekerja lapangannya'. Guna membujuk mereka agar mau bekerja demikian, iming-iming gaji Rp6 juta sebulan pun terlontar dari mulut IS.

"Karena mereka sampai sini (Sleman) nggak punya uang, dengan gaji seperti itu ada yang sampai Rp6 juta. Mereka akhirnya mau nggak mau," ujar Sudarno.

Namun, IS ternyata berperilaku bejat pula. Dia menerapkan 'uji coba' kepada para PSK-nya. Tiga dari mereka disetubuhi terlebih dahulu, di mana salah satunya adalah anak di bawah umur.

"Masing-masing dua kali. Sudah kita visum dan yang bersangkutan mengakui," kata Sudarno.

Lalu, ketika dipasarkan, para PSK itu ditarif beragam. Mulai dari terendah Rp150 ribu sampai tertinggi Rp2 juta. Namun, hingga praktik berjalan sejak 2 Februari - 6 Maret 2020, mereka tak kunjung memperoleh gaji seperti yang dijanjikan IS.

"Semua belum digaji. Dengan tidak dikasih gaji ini kan sudah jadi ancaman buat dia (PSK). Ke mana-mana nggak bisa," ungkap Kapolsek lagi.

Sudarno memperkirakan, dengan tarif yang bervariasi, IS meraup keuntungan Rp50 juta selama sebulan usahanya beroperasi. "Keuntungan tersebut, dipergunakan untuk operasional hotel, belanja baju, serta kebutuhan sehari-hari pelaku dan pekerjaannya," sambungnya.

Modus Buka Lowongan Kerja, Mucikari Prostitusi Online Yogya Pekerjakan Anak Bawah Umur jadi PSK - Foto 1
AKURAT.CO/Kumoro Damarjati

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan uang tunai Rp727 ribu yang merupakan sisa hasil pelayanan para pekerjanya. Kemudian, lima unit handphone, enam buah kondom, sebuah kartu ATM, sepasang anting emas, sepasang sepatu, blender, dan tiga potong celana pendek.

Atas perbuatannya, IS terancam dikenakan Pasal 82 Jo Pasal 76E Nomor 34 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak subsider Pasal 13 jo Pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perdagangan Orang subsider Pasal 506 KUHP.

"Pelaku melanggar perlindungan anak, subsider mengeksploitasi seksual, subsider lagi dengan sengaja mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang bermuatan kesusilaan," tutup Kapolsek.[]