Ekonomi

Modal Rp5 Juta Sudah Bisa Jualan Sembako, Untung Berlimpah!

Sebenarnya kalau kamu punya uang Rp5 juta saja, sudah bisa kok bisnis sembako.


Modal Rp5 Juta Sudah Bisa Jualan Sembako, Untung Berlimpah!
Ilustrasi : bahan kebutuhan pokok (sembako) (TEMPO/Tony Hartawan)

AKURAT.CO Tipe orang dalam mencari penghasilan berbeda. Ada yang inginnya cari aman, dapat gaji tetap dengan menjadi karyawan, ada pula yang ingin berwirausaha.

Nah, bisnis yang tak ada matinya adalah jualan sembako. Ya, semua orang pasti butuh bahan pangan untuk diolah menjadi makanan.

Berdagang sembako kelihatannya butuh modal besar. Tetapi sebenarnya kalau kamu punya uang Rp5 juta saja, sudah bisa kok bisnis sembako. Berikut tipsnya sebagaimana dikutip dari Cermati.com.

1. Cari lokasi yang tepat

Tips pertama yang tak boleh dianggap sepele adalah lokasi. Lokasi menjadi faktor yang sangat menentukan sukses atau tidaknya usaha sembako.

Lokasi juga akan berpengaruh pada omzet yang kamu bisa dapatkan. Oleh karenanya, cari lapak atau tempat jualan di kawasan pemukiman.

Apalagi kalau ternyata di sekitar kamu belum ada warung yang berjualan sembako. Maka, ini adalah peluang besar.

Lebih enak lagi jika punya rumah di pinggir jalan. Tak perlu sewa lapak, gunakan teras atau ruang depan rumah untuk berjualan.

Yang paling penting, keadaannya ramai. Sering dilalui pejalan kaki maupun kendaraan bermotor. Jadi, pembelimu tidak hanya tetangga, tetapi juga orang yang lalu lalang.

2. Cari distributor sembako yang murah

Biasanya kalau mau buka warung sembako kecil-kecilan dulu, cari distributor yang menawarkan harga paling murah. Dalam hal ini, kamu bisa melakukan survei.

Misalnya harga beras, tepung terigu, minyak sayur di distributor A lebih murah dibanding B. Namun untuk harga gula, teh, kopi, dan lainnya, distributor B lebih murah.

Kamu tidak harus berpatok pada satu distributor. Untuk mengisi barang-barang dagangan, ambil dari beberapa distributor.

3. Pastikan jual sembako lengkap

Modal Rp5 juta bisa beli sembako yang lengkap? Tentu saja bisa, tapi jumlah stok atau persediaan harus dikurangi

Kalau perlu beli sesuai ketersediaan modal. Tak perlu menyetok, yang penting sembako yang dijual lengkap.

Ini sangat krusial. Sebab, jika ada pembeli yang menanyakan satu barang, kemudian kosong, maka pembeli akan pindah ke warung lain.

Pembeli juga beranggapan warung sembakomu kurang lengkap. Sehingga di lain hari, mereka tidak akan membeli di warungmu ketika membutuhkan.

4. Kerjakan sendiri dulu

Namanya modal masih kecil, kerjakan sendiri dulu. Mulai dari belanja sembako, menata barang, sampai menjualnya.

Nanti bila warung sembakomu semakin ramai dan keteteran, baru mempekerjakan orang lain. Syukur-syukur anggota keluarga seperti istri atau suami, anak bisa ikut membantu.

Jadi tidak perlu membayar orang lain. Kecuali jika bisnismu sudah berkembang pesat, punya cabang di tempat lain misalnya.

5. Ambil untung sewajarnya, tetapkan harga bersaing

Jika masih baru atau memulai, sebaiknya jangan ambil keuntungan terlalu besar. Sewajarnya saja, agar harga jualnya juga tidak terlalu mahal dengan kompetitor lain.

Itung-itung cari pelanggan sebanyak-banyaknya dulu. Kalau perlu, harga jual sembako di warungmu lebih murah dibanding pesaing. Ini strategi pemasaran yang jitu untuk menjaring pelanggan meski keuntunganmu kecil.

6. Buat pembukuan sederhana

Biarpun warung sembako kecil, biasakan untuk selalu membuat pembukuan sederhana. Ini yang jarang dilakukan pemilik warung.

Tidak tahu berapa modal yang dikeluarkan, berapa yang terjual, dan berapa keuntungan yang diperoleh. Alhasil, kamu tidak tahu ke mana perginya uang-uang itu.

Jadi, penting mencatat pemasukan berapa dari hasil berdagang, pengeluaran untuk membeli barang dagangan, barang apa saja yang terjual dan berapa kuantitas atau jumlahnya.

Dengan begitu, kamu dapat mengatur keuangan bisnis dengan baik dan tepat. Kalau ada untung atau rugi, ketahuan. Bila ternyata rugi, kamu bisa segera mencari solusi atau strategi lain. []

Sumber: Cermati

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co