Tech

Modal Cakap Digital Dibutuhkan dalam Digitalisasi Pendidikan

Modal Cakap Digital Dibutuhkan dalam Digitalisasi Pendidikan
Startup fintech di Indonesia yang bergerak di pembiayaan pendidikan semakin marak (Unsplash)

AKURAT.CO  Transformasi digital telah merambah di segala sektor kehidupan, termasuk di sektor pendidikan. Digitalisasi pendidikan memberikan banyak manfaat dan peluang baru di tengah keterbatasan yang ada. Modal dasarnya adalah penguatan karakter individu mencakup kecakapan digital.

Demikian pembahasan dalam webinar bertema “Digitalisasi Pendidikan: Tantangan, Peluang, dan Terobosan Era Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi, Jumat (30/9), di Pontianak, Kalimantan Barat. 

Sebagai narasumber webinar ini adalah Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan SDM Relawan TIK Provinsi Bali Ni Luh Putu Ning Septyarini Putri Astawa; Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma Jakarta Edy Prihantoro; dan Syarif M Firdaus dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

baca juga:

Menurut Ni Luh Putu, dalam paparannya, digitalisasi pendidikan merupakan usaha untuk menunjang proses pembelajaran jarak jauh (PJJ) tanpa mengurangi esensi materi yang disampaikan. Pembelajaran model ini (online) menjadi lebih fleksibel di mana antara guru dan siswa tidak harus bertemu dalam suatu ruang tertentu secara langsung. 

Selain itu, digitalisasi pendidikan memungkinkan penyelenggara pendidikan memanfaatkan teknologi sebagai platform yang bisa digunakan untuk mengakses pembelajaran siswa setiap harinya.

“Beberapa contoh pemanfaatan digitalisasi pendidikan adalah pemanfaatan mesin pencari (search engine), seperti Google. Mesin pencari ini sangat bermanfaat, bagi bagi siswa atau guru, dalam mendapatkan informasi baru yang bermanfaat menambah wawasan bagi kedua pihak,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Ni Luh Putu, pemanfaatan fitur, seperti Google Workspace dapat mengintegrasikan semua layanan Google, seperti akun email, Google Docs, Slides, sampai ruang pertemuan secara virtual. Tak hanya itu, media sosial YouTube juga bisa menjadi sumber belajar dan tempat berkreasi bagi siswa dan guru sekaligus. Platform ini juga bisa dijadikan referensi dalam proses belajar mengajar.

Edy Prihantoro menambahkan, perkembangan teknologi informasi yang sangat masif membuat digitalisasi di segala sektor tak terhindarkan, termasuk di sektor pendidikan. Oleh karena itu, masyarakat harus memahami bagaimana menggunakan media digital yang baik di tengah era keterbukaan dan ketergantungan pada informasi. Di saat yang sama, dibutuhkan penguatan karakter individu, baik oleh guru maupun siswa, dalam digitalisasi, sehingga nilai-nilai Pancasila tetap dipertahankan.

“Memahami kompetensi literasi digital tidak sekadar cakap menggunakan media digital, tetapi bagaimana memahami dengan benar tentang penggunaannya,” katanya.