Tech

Mobil Formula E Vs Formula 1, Apa Saja Bedanya?

Selain bahan bakar, ada beberapa perbedaan lainnya antara mobil Formula E dengan Formula 1.


Mobil Formula E Vs Formula 1, Apa Saja Bedanya?
Formula E (fiaformulae.com)

AKURAT.CO Ajang balap mobil listrik internasional Formula E akan digelar pada 4 Juni 2022 mendatang di Jakarta. Balapan tersebut akan berlangsung di Sirkuit E-Prix Ancol yang memiliki panjang lintasan 2,4 kilometer.

Formula E sudah ada sejak musim balap 2014/2015 silam. Di mana ajang ini merupakan balapan yang terinspirasi oleh Formula 1, tetapi bedanya mobil yang digunakan pada Formula E menggunakan tenaga listrik yang ramah lingkungan.

Selain itu, balapan Formula E juga hampir tidak ada suara bising dari mobil yang digunakan. Tidak seperti mobil-mobil pada Formula 1.

baca juga:

Selain bahan bakar yang digunakan, ada perbedaan lainnya antara Formula E dengan Formula 1, khususnya dalam hal spesifikasi mobil. Lalu, seperti apa perbedaan mobil dari kedua ajang balapan tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Meski terinspirasi dari mobil F1, tapi mobil Formula E memiliki perbedaan. Mobil formula E memiliki bobot sekitar 900 kg, lebih berbobot karena adanya baterai. Sementara mobil F1 berbobot sekitar 702 kg. Meski begitu, dari sisi kekuatan mobil F1 unggul. 

Mobil F1 memiliki kekuatan 710 kw, sedangkan Formula E 200 kw. Dengan begitu, mobil Formula 1 hanya membutuhkan waktu 2,1 detik saja untuk mencapai kecepatan 100 km/jam. Sementara, Formula E, membutuhkan waktu hingga 2,8 detik untuk mencapai kecepatan 100 km/jam.

Kemudian, mobil F1 dapat melaju hingga 378 km/jam. Sementara, mobil Formula E hanya bisa dipacu sampai 225 km/jam. Walaupun kalah dalam kecepatan dan kekuatan, tetapi mobil Formula E memiliki keunggulan yang tidak dimiliki mobil F1.

Seperti yang sudah disinggung di atas, mobil F1 lebih bising karena dapat mengeluarkan bunyi hingga 134 db sedangkan Formula E hanya 80 db.

Selain itu, pada mobil Formula E memiliki fitur Attack Mode. Attack Mode merupakan fitur di mana tenaga mobil bisa meningkat untuk beberapa saat untuk overtaking atau menyalip lawannya. 

Cara menggunakan fitur ini, pembalap harus melewati zona aktivasi yang ada di beberapa titik di sirkuit.

Ketika sudah berada di titik tersebut, pembalap bisa menekan tombol Attack Mode dan seketika tenaga langsung terdongkrak.

Meski begitu, fitur ini dilarang digunakan pada saat dua lap pertama balapan atau ketika marshal mengibarkan bendera kuning.

Mobil Formula E ini memakai pelek berdiameter 18 inci dengan ban yang bisa digunakan di berbagai cuaca. Pada ajang ini, penggantian ban tidak boleh dilakukan oleh pembalap Formula E, kecuali ban tersebut bermasalah seperti mengalami kebocoran.

Pada setiap seri ajang Formula E, pembalap hanya diberi 4 ban depan baru dan 4 ban belakang baru. Dengan begitu, para pembalap hanya memiliki total 2 set ban yang harus mereka maksimalkan dari awal sampai akhir seri selesai.