Ekonomi

Mitigasi Penggunaan Kripto, BI Percepat Penerbitan Rupiah Digital

Perry Warjiyo menyatakan pihaknya dalam proses untuk mempercepat penerbitan rupiah digital sebagai central bank digital currency (CBDC)


Mitigasi Penggunaan Kripto, BI Percepat Penerbitan Rupiah Digital
Ilustrasi - Bank Indonesia (BI) (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan pihaknya dalam proses untuk mempercepat penerbitan rupiah digital sebagai central bank digital currency (CBDC).

“Tapi kami juga tidak tinggal diam, yaitu proses untuk mempercepat penerbitan rupiah digital. Ini yang sedang kami siapkan.Insya Allah tahun depan kami sudah bisa mempresentasikan konsep atau desainnya,” ujar Perry Warjiyo dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI yang membahas evaluasi kinerja BI tahun 2021 dan pengantar pembahasan RATBI Tahun 2022 di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Hal ini menurutnya sebagai langkah mitigasi penggunaan mata uang kripto di dalam negeri yang menjadi tren global beberapa tahun terakhir.

Lebih lanjut, aset kripto disebut Perry Warjiyo merupakan masalah dunia, juga sebagai tantangan global yang perlu terus dicermati. Namun, mesti menjadi permintaan pasar global, tidak diketahui secara pasti siapa pihak atau institusi yang memasok.

“Siapa yang pegang supply, tapi demand-nya dari seluruh dunia. Supply-nya dari mana, sehingga kita juga tidak tahu valuasinya seperti apa?” lanjutnya.

Perry Warjiyo kembali menegaskan bahwa aset kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

“Kami sudah melarang seluruh lembaga yang mendapatkan izin dari Bank Indonesia melayani kripto dan kami menerjunkan pengawas. Itu yang sudah kami lakukan,” tambahnya.

Perry Warjiyo mengatakan, ada tiga prasyarat terkait dengan penerbitan Rupiah digital. Pertama, konsep dan desain dari Rupiah Digital.

Prasyarat kedua, yaitu infrastruktur sistem pembayaran dan pasar uang yang saling terintegrasi dan prasyarat ketiga adalah platform teknologi yang akan digunakan dalam pengembangan Rupiah Digital.

Sekadar informasi, Pemerintah melalui Bank Indonesia berencana membuat rupiah digital atau central bank digital currency. Hal ini untuk mendukung langkah untuk membesarkan ekosistem digitalisasi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Oscar Darmawan, CEO Indodax, platform trading Bitcoin pertama di Indonesia mengatakan bahwa langkah tersebut sangat baik. Ini bisa menjadi langkah untuk meningkatkan dan membesarkan sistem keuangan digital.

“Jika nantinya BI membuat Mata uang digital justru malah baik. Karena bisa ikut membesarkan ekosistem digital. Karena prinsipnya, digitalisasi hadir sebagai solusi atas permasalahan yang selama ini terjadi. Dalam hal ini, digitalisasi akan dapat menyempurnakan ekosistem finansial ,” sebut Oscar Darmawan, lewat keterangan tertulisnya, Sabtu (27/2/2021).

Menurutnya, pemerintah mengembangkan sistem keuangan digital yang dapat dijangkau dengan mudah dan oleh siapa saja adalah langkah yang sangat baik. implementasi ini akan mengedepankan prinsip efisiensi, transparan dan keamanan transaksi.

Oscar Darmawan juga meyakini bahwa central bank digital currency hadir untuk meningkatkan literasi keuangan digital.

“Jadi, kita tidak ketinggalan dengan negara lain di bidang mata uang digital,” katanya.

Dalam penerapannya nanti, pemerintah Indonesia juga bisa mrmpertimbangkan mengadopsi sistem blockchain. Menurutnya, sistem blockchain diyakini dapat menjadi solusi yang lebih efisien, lebih transparan dan lebih aman, sebagaimana keunggulan yang dihadirkan sistem itu.

Diberitakan sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa central bank digital currency diciptakan juga dan menyatakan Bitcoin dan kripto bukan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Karena Bank Indonesia hanya menggunakan Rupiah sebagai alat pembayaran.[]