News

Misteri Rp1,5 Miliar di Tas Merah Hasil OTT Bupati Muba

KPK akan mendalami keberadaan Rp1,5 miliar yang disita dari ajudan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin bernama Mursyid.


Misteri Rp1,5 Miliar di Tas Merah Hasil OTT Bupati Muba
Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex dengan menggunakan rompi tahanan KPK berjalan menuju ruang konferensi pers usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami keberadaan Rp1,5 miliar yang disita dari ajudan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin bernama Mursyid.

Uang itu disimpan di tas berwarna merah dan ditenteng oleh Mursyid saat dibawa ke Gedung KPK.

"Yang bersangkutan ada di Jakarta dan kita bisa lihat di kendaraan yang dibawa ke KPK itu ternyata ditemukan tas warna merah tadi, dan ketika kita minta ajudannya untuk mengambil tas itu, 'Pak buka' ya isinya itu tadi isinya Rp1,5 miliar," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di Gedung KPK, Sabtu (16/10/2021).

Alex menyatakan uang Rp1,5 miliar akan didalami dalam proses penyidikan, asal muasal dan peruntukan uang tersebut.

"Itu masih didalami peruntukkan termasuk asal uang Rp 1,5 miliar itu dari mana dan akan didalami dalam proses penyidikan," kata Alex.

Direktur Penyidikan KPK, Setyo Budiyanto menambahkan temuan uang Rp1,5 miliar menjadi perhatian penyidik. Sebab uang itu dibawa oleh ajudan bupati.

"Uang itu diamankan dari ajudan bupati, artinya posisinya ada di Jakarta saat mengambil. Oleh karena itu, menjadi sesuatu yang menarik oleh penyidik berdasarkan temuan tersebut,” kata Setyo Budiyanto.

Setyo memastikan, penyidik akan mendalami temuan tersebut. Dari mana uang miliaran rupiah itu didapatkan dan juga peruntukannya.

“Nantinya akan kami dalami yang pertama adalah sumbernya, asalnya dari mana uang tersebut,” tegas Setyo.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin Tahun Anggaran 2021.

Dodi ditetapkan bersama tiga orang lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Musi Banyuasin Herman Mayori (HM), Kabid Sumber Daya Air (SDA)/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin Eddi Umari (EU), dan Direktur PT Selaras Simpati Nusantara Suhandy (SH).

"Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup sehingga KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan empat tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10/2021). []