News

Misteri Perdana Menteri Baru Malaysia Terjawab, Ismail Sabri Yaakob Akan Dilantik Besok

Penunjukan Ismail pun pada dasarnya akan menjaga koalisi yang berkuasa tetap utuh.


Misteri Perdana Menteri Baru Malaysia Terjawab, Ismail Sabri Yaakob Akan Dilantik Besok
Perdana Menteri baru Malaysia Ismail Sabri Yaakob. (Foto: Facebook) ()

AKURAT.CO, Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah telah menunjuk Ismail Sabri Yaakob sebagai perdana menteri baru negara tersebut. Keputusan ini diumumkan oleh istana pada Jumat (20/8).

Dilansir dari CNBC, Ismail akan menjadi perdana menteri ketiga Malaysia dalam 3 tahun terakhir. Ia akan dilantik pada Sabtu (21/8) usai menerima dukungan dari 114 anggota parlemen. Angka tersebut melebihi 111 yang dibutuhkan untuk mayoritas minimal.

Pendahulu Ismail, Muhyiddin Yassin, mengundurkan diri pada Senin (16/8) setelah lebih dari 17 bulan berkuasa. Ia kehilangan dukungan mayoritas di parlemen akibat pertikaian dalam koalisi politik yang berkuasa.

Penunjukan Ismail pun pada dasarnya akan menjaga koalisi yang berkuasa tetap utuh. Kenaikannya menunjukkan partai politik yang paling lama berkuasa di Negeri Jiran, Organisasi Nasional Malaysia Bersatu (UMNO), telah merebut kembali jabatan perdana menteri setelah kekalahan mengejutkan pada 2018.

Baca juga: Baru Saja Mundur, Muhyiddin Yassin Tak Menampik Kemungkinan Jadi PM Malaysia Lagi

UMNO merupakan partai dominan dalam koalisi yang memerintah Malaysia selama lebih dari 60 tahun. Namun, partai ini kehilangan kekuasaannya dalam Pemilu 2018 akibat skandal keuangan yang melibatkan dana negara 1MDB.

UMNO kembali berkuasa pada tahun 2020 setelah pengunduran diri mendadak Perdana Menteri Mahathir Mohamad, sehingga Muhyiddin dapat membentuk koalisi yang berkuasa saat ini.

Di sisi lain, Muhyiddin menyatakan pada Kamis (19/8) bahwa anggota parlemen dalam koalisi selain UMNO akan mendukung Ismail, dengan syarat kabinet baru tak akan memuat siapa pun yang tersandung gugatan pengadilan. Pasalnya, saat ini, sejumlah anggota parlemen UMNO, termasuk Presiden Partai Ahmad Zahid Hamidi dan mantan Perdana Menteri Najib Razak, sedang menghadapi tuduhan korupsi.

Sementara itu, menurut para analis, penunjukan Ismail tak akan mengakhiri kegaduhan politik Malaysia sejak Pemilu 2018.

Negara tetangga Indonesia ini punya banyak partai politik dan tak ada yang memegang lebih dari 20 persen kursi parlemen. Sementara itu, para politisinya tak banyak berbeda dalam ideologi ekonomi mereka. Pasalnya, sebagian besar politik itu didorong oleh ras dan agama, menurut Peter Mumford dari lembaga konsultan risiko Eurasia Group.

Selain itu, para politisi tak loyal kepada partainya dan suka pindah-pindah partai.

"Salah satu jalan keluar utama dari kekacauan politik ini adalah putaran Pemilu, kemudian negosiasi tentang siapa yang bisa menjadi perdana menteri berikutnya. Jika Pemilu itu menghasilkan partai atau koalisi yang punya mayoritas yang jelas, akan ada lebih banyak pemerintahan yang stabil," terang Mumford.[]