News

Misteri Hilangnya Selebgram Gabby Petito Gegerkan AS, Pacarnya Lenyap usai Dicurigai

Sesosok mayat dengan ciri-ciri yang mirip Gabby Petito ditemukan pada Minggu (19/9).


Misteri Hilangnya Selebgram Gabby Petito Gegerkan AS, Pacarnya Lenyap usai Dicurigai
Gabby Petito dan Brian Laundrie. (Instagram/gabspetito)

AKURAT.CO, Seorang selebgram asal Amerika Serikat (AS), Gabby Petito, dilaporkan hilang oleh keluarganya setelah ia berpetualang dengan pacarnya, Brian Laundrie. Otoritas pun telah menemukan jasad manusia di Wyoming pada Minggu (19/9) yang ciri-cirinya mirip dengan gadis 22 tahun tersebut. Namun, proses identifikasinya belum selesai.

Dilansir dari CNN, kejadian ini bermula saat Petito dan Laundrie melancong pada bulan Juni. Mereka berencana berpetualang dengan mobil Petito ke Pantai Barat dan mengunjungi taman nasional di sepanjang AS bagian Barat. Perjalanannya pun dikomunikasikan dengan keluarganya dan diunggah ke media sosial.

View this post on Instagram

A post shared by Gabby (@gabspetito)

"Ia rutin berkontak dengan anggota keluarganya selama perjalanannya. Namun, komunikasi itu tiba-tiba terputus sekitar akhir Agustus," ungkap Kepala Polisi North Port Todd Garrison pada Kamis (16/9).

Pasangan itu lantas bertemu dengan polisi Moba, Utah, pada 12 Agustus dan dikatakan terlibat semacam pertengkaran. Meski dilaporkan terjadi perkelahian fisik setelah adu mulut, keduanya mengaku sedang mabuk asmara dan bertunangan untuk ke jenjang pernikahan. Jadi, mereka tak ingin ada yang tersandung kasus hukum.

Atas saran petugas polisi, mereka berpisah pada malam itu. Petito pun dikatakan bingung dan emosional.

"Setelah mengevaluasi total, situasinya cenderung mengarah ke krisis kesehatan mental dibandingkan kekerasan dalam rumah tangga," tulis opsir Daniel Robbins dalam laporan kepolisian.

Tak disangka, pekan terakhir bulan Agustus menjadi terakhir kalinya Petito berkontak dengan keluarganya. Sebelum komunikasi terakhir itu, ia diyakini berada di Taman Nasional Grand Teton, Wyoming.

Menurut pengacara keluarga Petito, Richard Stafford, Petito terakhir kali berkomunikasi dengan keluarganya pada 30 Agustus. Namun, pihak keluarga tak yakin pesan yang mereka terima berasal dari Petito.

Laundrie sendiri pulang ke rumah pasangan tersebut di North Port pada 1 September. Rumah itu juga ditinggali oleh orang tua pemuda itu.

Karena Petito tak bisa dihubungi, keluarganya melaporkan kehilangannya pada 11 September. Otoritas pun mengunjungi rumah Laundrie malam itu dan berbicara dengannya dan keluarganya. Mobil Petito yang digunakan untuk melancong juga ditemukan di rumah itu. Polisi juga menemukan sejumlah bahan penyelidikan yang akan diperiksa oleh pihak berwenang.

Dalam jumpa pers pada Kamis (16/9), Stafford membacakan sepucuk surat dari keluarga Petito. Mereka memohon kepada keluarga Laundrie agar membantu penyelidikan.

"Tolong, jika Anda atau keluarga Anda masih memiliki nurani, beri tahu kami di mana Gabby berada. Beri tahu kami di mana kami mesti mencarinya. Kami hanya ingin Gabby pulang. Tolong bantu kami mewujudkannya," pinta mereka.

Menurut Stafford, keluarga Petito telah menghubungi keluarga Laundrie awal bulan ini untuk menanyakan keberadaan gadis tersebut. Namun, mereka menolak menjawabnya.

"Kami tidak bisa tidur maupun makan. Hidup kami berantakan," bunyi surat keluarga Petito.

Keluarga Laundrie akhirnya luluh dan meminta polisi datang ke rumah mereka pada Jumat (17/9). Mereka mengaku tak lagi melihat Brian sejak Selasa (14/9).

"Keberadaan Brian Laundrie saat ini tidak diketahui. Sampai sekarang, FBI tengah mencari Gabby dan Brian," terang pengacara keluarga Laundrie, Steven Bertolino.

Otoritas lokal dan federal pun memulai pencarian terhadap pemuda 23 tahun itu.

"Harus dicatat bahwa Brian tidak dicari atas kejahatan, meski ia berkepentingan atas hilangnya Gabby. Kami saat ini tidak sedang mendalami penyelidikan kejahatan. Kami sekarang sedang menyelidiki kasus sejumlah orang hilang," twit Kepolisian North Port.

View this post on Instagram

A post shared by Gabby (@gabspetito)

Otoritas pun tengah melakukan pencarian terhadap Laundrie di Cagar Alam Carlton, Florida, dengan mengerahkan sekitar 50 petugas penegak hukum dari 5 lembaga lokal dan FBI. Josh Taylor, juru bicara Kepolisian North Port, juga mengingatkan bahwa Laundrie menanggung tekanan yang sangat besar untuk memberikan jawaban atas apa yang terjadi.

Selain itu, FBI dan mitranya juga menyusuri Taman Nasional Grand Teton yang diyakini sebagai lokasi komunikasi terakhir Petito dengan keluarganya.

Pada Minggu (19/9), jasad manusia ditemukan di Teton dengan ciri-ciri yang mirip Gabby Petito.

"Identifikasi forensik lengkap belum selesai untuk mengkonfirmasi 100 persen bahwa kami menemukan Gabby. Namun, keluarganya telah diberi tahu tentang penemuan ini," tutur Charles Jones, agen residen senior pengawasan FBI Denver di Wyoming.

Sementara itu, pencarian Laundrie di Cagar Alam Carlton masih berlanjut pada Minggu (19/9). []