Ekonomi

Misbakhun: Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Perdagangan Bilateral Kuatkan Ekonomi Indonesia

Mukhamad Misbakhun mengapresiasi langkah BI yang menerapkan penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam perdagangan bilateral


Misbakhun: Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Perdagangan Bilateral Kuatkan Ekonomi Indonesia
Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam webinar “Dampak Penerapan LCS Diperluas, Bagaimana Nasib Rupiah?” yang dipantau di Jakarta, Kamis (23/9/2021) (AKURAT. CO/Atikah Umiyani )

AKURAT.CO, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengapresiasi langkah Bank Indonesia (BI) yang menerapkan penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) dalam perdagangan bilateral.

"Local currency settlement ini dalam pandangan kami adalah sebuah upaya yang sangat bagus yang di inisiasi dari BI untuk menghindari, pertama ketergantungan kita terhadap dolar tapi juga dalam rangka memberikan penguatan terhadap ekonomi kita," jelas Misbakhun dalam webinar “Dampak Penerapan LCS Diperluas, Bagaimana Nasib Rupiah?” yang dipantau di Jakarta, Kamis (23/9/2021). 

Ia mengungkapkan ketergantungan terhadap dolar AS yang terus dalam perdagangan antar negara, tentu akan berdampak terhadap perekonomian dalam negeri. Dengan begitu, ekonomi nasional akan lebih kuat. 

"Ini memberikan penguatan terhadap ekonomi kita, dan bisa kita lakukan terhadap negara-negara Asean. Ini juga memberikan dampak-dampak pada perdagangan kita, arus perdagangan kita di Asean akan lebih kuat, biaya-biaya akan lebih rendah," terangnya.

Politisi Partai Golkar itu menilai, apa yang dilakukan BI dalam memperluas LCS harus ditangkap sebagai sinyal yang positif. Menurutnya, upaya yang dilakukan BI ini adalah untuk memperkuat peran bank sentral Indonesia di Asean.

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa langkah-langkah yang dilakukan Bank Indonesia juga sejalan dengan adanya koordinasi antara Badan Supervisi Bank Indonesia (BSBI) yang sebagai kepanjang tanganan DPR RI dalam mengawasi lembaga independen tersebut. 

Keterbukaan Badan Supervisi dalam melakukan koordinasi dan diskusi dengan DPR RI telah menelurkan berbagai kebijakan-kebijakan yang dianggap mampu mengatasi persoalan ekonomi.

"Ketika kita tahu kebijakan BI dan memberikan masukan, BSBI menjadikan hal tersebut menjadi bahan untuk disampaikan kepada Bank Indonesia dalam kaitan kebijakan ke depan. Badan Supervisi itu menurut saya memberikan manfaat yang ideal dan memadai dari sisi akademik literate, policy literate, dan macro economy literate," lanjut Misbakhun.

Dalam kesempatan yang sama, Ekonom Bank Permata Josua Pardede berpendapat dampak dari implementasi LCS akan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah.