Ekonomi

Misbakhun: Minat Investasi Asing ke Indonesia Tetap Tinggi Walau Pandemi

Mukhamad Misbakhun menilai minat negara ading untuk berinvestasi di Indonesia tetap tinggi meski di tengah pandemi COVID-19.


Misbakhun: Minat Investasi Asing ke Indonesia Tetap Tinggi Walau Pandemi
Anggota DPR RI Komisi XI Mukhamad Misbakhun saat menjadi pembicara pada acara diskusi (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai minat negara asing untuk berinvestasi di Indonesia tetap tinggi meski di tengah pandemi COVID-19.

“Sebenarnya hasrat asing keinginan investasi asing ke Indonesia itu masih tinggi walaupun itu dalam kondisi pandemi,” katanya dalam webinar, Rabu (21/7/2021).

Menurut Misbakhun, salah satu alasannya karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alamnya.

“Karena apa? karena Indonesia negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat kuat sangat kaya. Bayangkan perusahaan seperti Bintang 8 itu di Morowali di pedalaman sekali sekarang dia membangun di Maluku Utara di Halmahera. Artinya investasinya sangat besar karena dia tidak ingin kemudian sumber daya yg begitu jauh diangkut industrinya. Industrinya yang digeser,” jelasnya.

Misbakhun menjelaskan bahwa sebenarnya keinginan negara asing menggeser industri untuk dekat di Indonesia sudah ada sejak lama. Hanya saja terdapat masalah dan kesulitan-kesulitan.

Pertama, kesiapan Indonesia dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk mengoperasionalkan kegiatan industri dalam jangka panjang.

“Dengan segala resiko reklamasi dan sebagainya contoh pada saat installment infrastruktur mesin dan sebagainya saya yakin mereka memang butuh tenaga kerja asingnya. Terus bagaimana operasionalkan menjaga dalam jangka panjang ini juga butuh sumber daya manusia yang memadai,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Misbakhun, Indonesia perlu distereotipkan karena banyak negara yang tidak bersiap berkompetisi dengan Indonesia ke depan.

“Indonesia yang kuat Indonesia yang maju dan Indonesia yang mandiri berdaulat makanya banyak orang yang ingin menyisipkan agen-agennya untuk menjadi bagian dari kekuasaan di Indonesia untuk mempengaruhi influence dan pembelokan arah kebijakan itu,” tambahnya.

Sebagai informasi, investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada Triwulan I Tahun 2021 meningkat 14,0 persen dibanding Triwulan I Tahun 2020 dari Rp 98,0 triliun menjadi Rp 111,7 triliun. Realisasi investasi PMA mencapai 50,8 persen dari capaian realisasi triwulan I tahun 2021.

Berdasarkan laporan kegiatan penanaman modal PMA terbesar untuk periode Januari-Maret 2021 mencakup sektor Industri Kendaraan Bermotor dan Alat Transportasi Lain; Industri Makanan dan Minuman; Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi; Pertambangan; serta Industri Pembuatan Logam Dasar bukan Besi dengan nilai realisasi investasi sebesar USD1,8 milliar.[]