Ekonomi

Misbakhun Kritisi Peringatan IMF Soal Krisis Global

Misbakhun: Kita harus waspada jika kita melihat big picture geopolitik, Amerika Serikat tak mau direplace hegemoni-nya. Mereka tak siap untuk itu.


Misbakhun Kritisi Peringatan IMF Soal Krisis Global
Anggota DPR RI Komisi XI Mukhamad Misbakhun saat menjadi pembicara pada acara diskusi (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO, Bank Dunia, hingga Dana Moneter Internasional (IMF), memprediksi 60 negara di dunia akan mengalami kesulitan dalam perekonomiannya. 

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan IMF dan bank dunia harus diartikan maksud dan tujuan kedua lembaga barat tersebut.

Ia menilai pertanyaan tersebut bentuk dari kegagalan hegemoni Amerika Serikat atau barat, dimana pihak barat ingin menyampaikan pernyataan bahwa dunia menghadapi krisis.

baca juga:

"Kita harus waspada jika kita melihat big picture geopolitik, Amerika Serikat tak mau direplace hegemoni-nya. Mereka tak siap untuk itu. Mereka menyiapkan skenario,  menyiapakan untuk  sisi bagian dunia lain. Agenya menyuarakan hal tersebut," ujarnya saat diskusi Gelora Talks, yang dikutip dari Youtube, Rabu (22/6/2022).

Namun demikian Misbakhun menilai justru situasi krisis ini malah menguntungkan Indonesia dimana nilai jual komoditas Indonesia meningkat sehingga disisi lain menguntungkan Indonesia.

"Saya beranggapaan jika geopolitik merupakan kepanjangan tradewar saya yakin Indonesia berada posisi tetap tinggi, karena tak mungkin China nanti beli ke AS atau sebaliknya sudah pasti Indonesia punya posisi," katanya.

Selain itu Misbakhun mengatakan jika ada ancaman bakal terjadi inflasi tinggi yang diperingatkan IMF hingga Bank dunia maka menurutnya Indonesia lebih mampu bertahan.

Menurutnya apa yang dilakukan pemerintah ini sudah di antisipasi lewat peran APBN. Sekaligus Perlinsos yang digulirkan pemerintah merupakan senjata yang ampuh menahan inflasi yang terjadi.

"kemudian soal inflasi tinggi Indonesia punya kekuatan bertahan lebih tinggi," katanya.