Ekonomi

Misbakhun: Jangan Sampai Negara Kalah dengan Korporasi Sawit Hanya Karena Oligarki!

Negara tidak boleh tunduk sama orang yang pakai instrumen negara untuk memperkaya diri sendiri


Misbakhun: Jangan Sampai Negara Kalah dengan Korporasi Sawit Hanya Karena Oligarki!
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun (AKURAT.CO/Leo Farhan)

AKURAT.CO, Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyatakan bahwa jangan sampai negara kalah dengan korporasi sawit hanya karena permasalahan oligarki. Menurutnya, publik sendiri dapat menilai bahwa korporasilah sebenarnya yang menjadi dalang dari kelangkaan CPO beserta turunannya seperti minyak goreng.

" Silahkan biar publik sendiri yang menilai korporasi sebagai pelaku tindak kejahatan dari langkanya minyak goreng. Dari situ saja uangnya jelas masuk ke perusahaan," tegasnya dalam acara Diskusi Terbatas Poros Peduli Indonesia (POPULIS) dengan judul "Mengurai dan Membongkar Skandal Mafia Minyak Goreng" pada Selasa (26/4/2022).

Misbakhun juga mengatakan bahwa jatuhnya CPO dan langkanya minyak goreng mempengaruhi kestabilitasan negara dari turunnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintahan saat ini, sampai meningkatnya inflasi secara agregat yang mempengaruhi daya beli masyarakat bawah, terutama pada petani sawit.

baca juga:

" Saat (harga) CPO jatuh, pak Jokowi turut hancur dihadapan petani sawit, namun saat harga mulai kembali normal, justru kebutuhan akan minyak goreng dalam negeri malah tidak dipenuhi dan tidak dijalankan," jelas Misbakhun.

Lebih lanjut pihaknya menegaskan negara tidak boleh tunduk dengan orang yang pakai instrumen negara untuk memperkaya diri sendiri.

" Negara harus menunjukkan tidak boleh kalah sama korporasi, harus tunjukan bahwa Pak Jokowi itu yang pegang peranan," imbuhnya.

Pihaknya pun memuji langkah dari Kejaksaan Agung dalam menangkap tersangka yang tersangkut kasus mafia minyak goreng. Akan tetapi, dirinya juga mendorong agar Kejaksaan Agung untuk terus mengusut siapa dalang dari kasus ini, yaitu dengan membidik korporasi yang menyebabkan minyak goreng langka dan mahal di pasaran.

Sekadar informasi, beberapa waktu lalu Jaksa Agung ST Burhanuddin mengumumkan empat tersangka izin ekspor crude palm oil (CPO). Keempat tersangka itu adalah Indrasari Wisnu Wardhana (Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag), Master Parulian Tumanggor ( Komisaris Utama PT Wilmar Nabati Indonesia), Pierre Togar Sitanggung (General Manager di PT Musim Mas), dan Stanley MA (Senior Manager Corporate Affair Permata Hijau Grup).

Adapun sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengeluarkan larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) serta produk minyak goreng. Penutupan keran ekspor ini mulai berlaku pada Kamis, 28 April 2022. Hal tersebut disampaikan usai rapat tentang pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat bersama jajaran menteri, utamanya yang berkaitan dengan ketersediaan minyak goreng untuk kebutuhan domestik.[]