News

Misbakhun: 14,7% Suara Nasional Modal Kuat Golkar Bangun Koalisi Usung Airlangga

Mukhamad Misbakhun mengatakan, popularitas calon presiden (capres) hasil survei elektabilitas berbeda dengan kenyataan riil syarat pendaftaran capres.


Misbakhun: 14,7% Suara Nasional Modal Kuat Golkar Bangun Koalisi Usung Airlangga
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa Timur Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun dalam talkshow Dua Sisi bertajuk "Capres Bermunculan, Berlomba Mencuri Hati Rakyat" yang tayang di tvOne, Jakarta, Kamis (25/11/2021). (Tangkapan Layar YT tvOne)

AKURAT.CO Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Jawa Timur Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mengatakan, popularitas calon presiden (capres) hasil survei elektabilitas berbeda dengan kenyataan riil syarat pendaftaran capres.

"Jadi gini, ada popularitas di tingkat survei. Ada kenyataan riil politik bahwa kita pada saat mendaftarkan presiden itu ada persyaratan mengenai presidential threshold," kata Misbakhun dalam talkshow Dua Sisi bertajuk "Capres Bermunculan, Berlomba Mencuri Hati Rakyat" yang tayang di tvOne, Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Misbakhun menuturkan, ukuran popularitas saat ini kalau dibandingkan dengan elektabilitas persyaratan yang dimiliki, Partai Golkar mempunyai modal suara nasional sebesar 14,7 persen. "Itu adalah modal dasar yang dimiliki oleh Airlangga secara institusional kepartaian," sambungnya.

Ia juga menyebutkan, selain modal kursi suara nasional 14,7 persen berdasarkan kursi DPR RI tersebut, Golkar juga membangun modal dengan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.

"Dan ini adalah modal kuat orang untuk bisa bergandengan dengan Golkar. Pak Airlangga saat ini menjalin komunikasi dengan hampir semua ketua partai, dan juga dengan nama-nama yang kerap dianggap layak maju untuk Pilpres 2024 di luar partai. Dan ini adalah bagian dari komunikasi politik dan komunikasi beliau dalam tugasnya sebagai Menko," katanya.

Sebelumnya, Misbakhun juga sempat mengatakan, modal 14,7 persen tersebut akan menjadi daya tarik Golkar untuk diajak berkoalisi.

"Airlangga sebagai ketua umum memiliki 14,7 persen untuk bisa mengajak berkoalisi. 14,7 persen merupakan suara yang cukup signifikan untuk menjadi daya tarik dan daya ikat," ujar Misbakhun di Senayan, Jakarta, Selasa (2/11/2021).

Ia menyatakan, Airlangga merupakan figur yang sudah teruji. Menurutnya, hal itu terlihat dari kinerja Airlangga dalam mengendalikan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, partainya tengah mengatur strategi untuk membeberkan keberhasilan Airlangga dalam penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.