News

Miris, YouTuber ini Tewas 5 Hari Usai Streaming Sebut Dia Belum Mati

Miris, YouTuber ini Tewas 5 Hari Usai Streaming Sebut Dia Belum Mati


Miris, YouTuber ini Tewas 5 Hari Usai Streaming Sebut Dia Belum Mati
Untuk perayaan ulang tahunnya yang ke-57, Eckhoff memposting video yang menyatakan bahwa dia belum mati (Instagram/@apetor via DailyStar )

AKURAT.CO, Seorang YouTuber Norwegia dengan ratusan juta views, meninggal hanya lima hari usai memposting video di mana dia meyakinkan pengikutnya bahwa ia belum mati.

Dilansir dari JOE media hingga Daily Star, Tor Eckhoff atau yang lebih dikenal sebagai Apetor, awalnya mengunggah sebuah video pada 22 November. Video itu diupload Eckhoff untuk memperingati ulang tahunnya yang ke-57. Dengan judul 'Saya Belum Mati, Saya Berusia 57 Tahun Hari Ini', Eckhoff memperlihatkan beragam aksi yang tak biasa.

Kepada 1,2 juta pengikutnya, Eckhoff mandi di luar dengan nomor 57 tertulis di keningnya. Dia juga memfilmkan dirinya meneguk beberapa gelas vodka, mencium pohon, mobil, memotong kayu bertuliskan 57 dengan gergaji mesin, memecahkan kaca dengan kepala, hingga minum dengan kepala dibungkus kantong plastik.

Terungkap bahwa pesan semacam itu adalah hal yang biasa dilakukan oleh Eckhoff setiap kali perayaan ulang tahunnya. Dalam video-video sebelumnya, ia kerap mengusung tema bahwa ia belum mati.

Namun tahun ini tampaknya harus berbeda. Hanya lima hari usai video terbarunya muncul, Eckhoff jatuh ke dalam air es di Bendungan Jakobs di luar Kongsberg, Norwegia. Insiden itu terjadi pada Jumat (26/11), di mana Eckhoff sempat dicoba diselamatkan oleh petugas.

Saat itu, Eckhoff berhasil diangkat, tetapi karena terlalu lama berada di dalam air yang dingin, kondisinya memburuk. Menurut surat kabar Norwegia Verdens Gang, Eckhoff langsung dilarikan ke rumah sakit. 

Dilaporkan kemudian, saat berada di rumah sakit, ia harus dipasangi mesin penunjang hidup. Sehari setelah jatuh, dokter akhirnya memutuskan untuk mencabut mesin tersebut, dan akhirnya, Eckhoff dinyatakan meninggal.

Menurut postingan Facebook dari rekannya Tove Skjerven, Eckhoff berada di Bendungan Jakobs untuk bermain skate dan merekam untuk video YouTube-nya. Postingan Skjerven itu juga mengungkap kesaksian yang  menyebut bahwa Eckhoff akhirnya harus jatuh pada hari itu.

"Tor tersayang. Jumat 26 November adalah hari Jumat yang normal. Kamu pergi ke danau dekat Kongsberg, dan kamu menantikan untuk bermain ice skating. Kamu harusnya merekam dirimu saat itu, dan menggunakannya untuk video. Kamu mengirimiku pesan ketika tiba di sana, dengan fotomu dan air. Kamu menulis, kondisinya bagus," tulis Skjerven.

"Tapi ada sesuatu yang sangat salah. Kamu berakhir di air es, dan kali ini kamu tidak bangun lagi, seperti yang telah kamu lakukan berkali-kali sebelumnya!"

"Pada akhirnya, kamu dijemput oleh penyelam dan dikirim dengan ambulans udara ke rumah sakit Ulleval. Mereka melakukan semua yang mereka bisa untuk menghidupkanmu kembali, tetapi kamu sudah terlalu lama berada di bawah air. Sabtu malam, Johannes dan aku melihat para dokter di rumah sakit mematikan semua mesin yang membuat tubuhmu terus bekerja."

"Terima kasih untuk semua yang telah kamu lakukan untuk aku dan Johannes. Kami memiliki kenangan indah yang tak ada habisnya, dan kami sangat merindukanmu!" tambahnya. 

Senada dengan Skjerven, para pengikut Eckhoff juga ramai-ramai memberikan penghormatan terakhir. Dalam akun YouTube Eckhoff, mereka mengucapkan terima kasih atas video-video Eckhoff yang penuh keceriaan.  

"Kami tidak akan pernah melupakan kegembiraan yang Anda berikan kepada kami! Salam hangat untuk keluarga," tulis seorang penggemar di kolom komentar video terakhir Eckhoff.

"Beristirahatlah dengan tenang, terima kasih telah membuat hari semua orang menjadi lebih baik, Tor," tambah seorang pengguna YouTube.

"Terima kasih atas semua kegembiraan yang Anda berikan kepada kami. Anda akan hidup selamanya," timpal pengguna YouTube lainnya. []