Ekonomi

Miris! Sudah 200 Toko Ritel Tutup Bangkrut Gara-gara Kebijakan Pembatasan

hampir setiap harinya ada satu atau dua toko ritel yang tutup pada 2021


Miris! Sudah 200 Toko Ritel Tutup Bangkrut Gara-gara Kebijakan Pembatasan
Pengunjung berbelanja di salah satu gerai ritel di kawasan Kemayoran, Jakarta, Kamis (27/5/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO), Roy N. Mandey mengatakan hampir setiap harinya ada satu atau dua toko ritel yang tutup pada 2021.

Akibatnya sudah ada 200 toko ritel yang bangkrut hingga Juni 2021.

"Kemudian pada 2021, tiga bulan pertama 88 toko swalayan yang tutup kalau ditambah dengan hingga hari ini 3 bulan lagi berarti sudah ada 200 toko swalayan yang tutup," tutur Roy, saat konferensi pers virtual, Kamis (22/7/2021).

Ia mengungkapkan kebijakan pembatasan karena Covid-19 membuat banyak toko ritel bangkrut. Pada 2020 sudah ada 1.300 toko ritel yang tutup. 

Hal ini karena ritel telah kehilangan omzet cukup besar, seiring berbagai pembatasan serta mobilitas masyarakat yang menurun. Sehingga para ritel tak mampu lagi mengimbangi biaya operasional dengan hasil pendapatan.

Diwaktu yang sama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja, mengatakan mal telah mengalami kerugian sebesar Rp5 triliun dalam waktu sebulan akibat PPKM Darurat.

“Selama PPKM Darurat potensi kehilangan pendapatan pusat perbelanjaan Rp5 triliun," serunya.

Ia mengungkapkan kerugian tersebut terhitung untuk seluruh anggota APPBI sebesar 350 mal diseluruh Indonesia.

Untuk pulau Jawa sendiri, dimana anggota terbanyak sebesar 250 serta penerapan PPKM paling ketat mengalami kerugian hingga Rp3,5 triliun.