News

Miris, Pria AS Ini Dibui 20 Tahun hanya karena Mencuri 2 Kemeja

Seorang pria Louisiana, Amerika Serikat (AS), dibebaskan setelah mendekam selama 20 tahun di penjara karena mencuri 2 kemeja.


Miris, Pria AS Ini Dibui 20 Tahun hanya karena Mencuri 2 Kemeja
Guy Frank akhirnya menghirup udara bebas setelah 20 tahun mendekam di penjara karena mencuri 2 kemeja (Innocence Project New Orleans)

AKURAT.CO, Seorang pria Louisiana, Amerika Serikat (AS), dibebaskan setelah mendekam selama 20 tahun di penjara karena mencuri 2 kemeja.

Dilansir dari Daily Mail, Guy Frank dibebaskan pada Kamis (8/4) setelah The Innocence Project New Orleans turun tangan dalam kasusnya melalui Unjust Punishment Project. Program itu bertujuan untuk membebaskan orang yang melakukan pelanggaran tanpa kekerasan, tetapi dijatuhi hukuman seumur hidup atau yang setara dengan itu.

Frank menjalani hukuman yang lama setelah ditangkap pada September 2000 atas pencurian di bawah USD 500 (Rp7,3 juta). Pada saat itu, perbuatan tersebut masih termasuk kejahatan, tetapi kemudian digolongkan sebagai pelanggaran ringan sejak 2010.

Alasan lainnya disebabkan oleh undang-undang (UU) pelanggaran berulang kontroversial Louisiana yang terkadang dikenal sebagai UU tiga teguran. Akibat UU tersebut, jaksa dapat mencari hukuman yang lebih keras untuk terdakwa dengan membawa-bawa hukuman sebelumnya.

Sebelum mencuri kemeja dari Saks Fifth Avenue di New Orleans, Frank telah ditangkap 36 kali dan dihukum setidaknya 3 tindak pidana.

UU tiga teguran pun telah diawasi ketat karena berkontribusi pada penahanan massal dan memperburuk diskriminasi rasial di Louisiana. Apalagi, jumlah penahanan di negara bagian tersebut paling tinggi dibandingkan negara bagian mana pun di AS.

"Kasusnya menunjukkan betapa orang kulit hitam yang miskin terdampak secara tak proporsional oleh hukuman ekstrem ini. Sulit membayangkan orang kulit putih yang punya sumber daya menerima hukuman untuk kejahatan ini," kecam pernyataan Innocence Project New Orleans.

UU pelanggaran berulang pun telah dikritik karena hanya berfokus pada hukuman, alih-alih rehabilitasi atau pencegahan kejahatan. UU utama membatalkan sejumlah ketentuan dari UU pelanggaran berulang pada 2017. Namun, diskriminasi rasial yang mencolok tetap ada dalam UU peradilan pidana Louisiana.

Orang kulit hitam mencakup sepertiga dari populasi negara bagian ini. Namun, hampir tiga perempat dari seluruh tahanan kulit hitam di sana menjalani kurungan seumur hidup, menurut laporan The Washington Post.

Ahada Ramadhana

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu