News

Miris, Ikappi Sebut Pedagang Pasar Banyak Gulung Tikar Gegara PPKM

Ikappi menyebut banyak pedagang pasar yang gulung tikar gara-gara PPKM.


Miris, Ikappi Sebut Pedagang Pasar Banyak Gulung Tikar Gegara PPKM
Petugas keamanan memeriksa kartu vaksin pengunjung saat akan masuk Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (26/7/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) mengklaim banyak pedagang pasar di DKI Jakarta mengalami kebangkrutan hingga menutup usahanya karena terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

PPKM mengatur waktu operasional pasar. Pasar selama masa PPKM Level 4 hanya diperkenankan buka sampai 15.00 WIB. Sebelumnya, pasar hanya diperkenankan beroperasi sampai pukul 13.00 WIB selama masa PPKM darurat. 

"Kami sebutkan banyak yang gulung tikar. Tidak ada pilihan lain, kecuali bertahan atau mereka sewakan (kiosnya)," kata ketua Ikappi Abdullah Mansuri di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (30/7/2021).

Abdullah menilai, kondisi pedagang pasar tradisional saat ini sedikit lebih beruntung ketimbang pedagang pasar non pangan. Pasalnya omzet mereka masih bisa terkendali. 

"Kondisi pedagang pasca PPKM Darurat itu mengalami kesulitan yang luar biasa, kecuali bahan pangan, semua pedagang pasar mengalami kesulitan yang luar biasa," tuturnya.

Abdullah mengaku salah satu pasar yang paling terdampak PPKM Level 4 sekarang ini adalah Pasar Tanah Abang. Walau sudah dibuka kembali, pusat grosir terbesar se-Asia Tenggara itu tetap sepi pengunjung. Dia menduga pasar itu sepi gara-gara peraturan wajib vaksinasi bagi pengunjung pasar.

"Sangat terdampak (Pasar Tanah Abang) karena orang yang ke sini saja itu berat dan di sini enggak ada pembeli. Dan di sini harus ada kartu vaksinasi. Mereka enggak jadi masuk. Ini menjadi persoalan dan problematika," ujarnya.

Mengaku banyak pedagang pasar menghadapi kesulitan, Ikappi mendorong pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyuntikkan subsidi bagi para pedagang pasar, baik pasar pangan dan non pangan.

"Sebetulnya Kita mempunyai peran untuk mendorong pemerintah memberikan subsidi kepada pedagang pasar, karena kondisinya sangat sulit," tuturnya.

Saat ini, Ikappi terus melobi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam hal ini PD Pasar Jaya terkait subsidi pedagang tersebut demi menopang usaha para pedagang di pasar ini.

"Saya yakin PD Pasar Jaya tidak akan saklek. kami akan terus berkormunikasi dengan mereka sebelum nanti kami melakukan apa yang kami lakukan," tandasnya.[]