Ekonomi

Miris! Di Tengah Pandemi, Miliader Dunia Makin Kaya, Orang Miskin Terancam Hidup Rp28 Ribu per Hari


Miris! Di Tengah Pandemi, Miliader Dunia Makin Kaya, Orang Miskin Terancam Hidup Rp28 Ribu per Hari
Bill Gates memprediksi vaksin COVID-19 yang ampuh baru tersedia pada September 2021 (AFP)

AKURAT.CO Di tengah pandemi Covid-19, ekonomi berbagai negara mengalami penurunan dengan kenaikan PHK hingga daya beli menurun. Namun, hal tersebut ternyata berbanding terbalik dengan para miliader ternama, yang ternyata kekayaannya bertambah.

Menurut laporan lembaga AS untuk Kewajaran Pajak (ATF) dan Institute for Policy Studies menunjukkan kekayaan para miliader di AS melonjak sebesar US$434 miliar atau 15 persen selama masa lockdown antara pertengahan Maret dan pertengahan Mei. Gabungan kekayaan para bilioner naik dari US$2,948 triliun menjadi US$3,382 triliun.

Lima miliarder AS teratas yang mengalami peningkatan yakni Jeff Bezos, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Warren Buffett dan Larry Ellison. kekayaan mereka tumbuh dengan total US$75,5 miliar atau 19 persen.

baca juga:

Kelima orang tersebut berkontribusi sebesar 21 persen dari total pertumbuhan kekayaan dari 600 miliarder terkaya di dunia dalam dua bulan terakhir.

Selain itu pada bulan Maret ada 614 miliarder dalam daftar Forbes, dan bertambah 630 dua bulan kemudian, termasuk pendatang baru Kanye West dengan US$1,3 miliar.

Amazon milik Bezos dan Facebook, Zuckerberg bersama-sama tumbuh hampir US$60 miliar, atau 14 persen dari total US$434 miliar.

Elon Musk dari Tesla memiliki persentase keuntungan terbesar dari semua miliarder selama dua bulan, dengan kekayaan bersihnya melonjak sebesar 48 persen pada periode tersebut menjadi US$36 miliar.

Laporan tersebut mencatat bahwa selama periode yang sama, lebih dari 38 juta orang Amerika yang bekerja kehilangan pekerjaan, hampir 1,5 juta orang Amerika terinfeksi virus dan lebih dari 90.000 orang meninggal.

"Pandemi telah mengungkapkan konsekuensi mematikan dari kesenjangan kekayaan Amerika yang menguap, dan miliarder adalah simbol mencolok dari ketidaksetaraan ekonomi itu," kata direktur eksekutif ATF Frank Clemente dilansir dari laman Russia Today, Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Menurutnya, pertumbuhan kekayaan Jeff Bezos sebesar US$35 miliar adalah jumlah yang hampir sama dengan yang dikeluarkan UU CARES untuk program pendidikan di AS. Pertumbuhan US$25 miliar Mark Zuckerberg setara jumlah yang sama dengan yang dikeluarkan oleh CARES Act untuk bantuan pangan SNAP (Supplemental Nutrition Assistance Program or food stamp).

Direktur Program IPS untuk Ketimpangan, Chuck Collins mengatakan bahwa lonjakan kekayaan miliarder selama pandemi global menandakan bahwa ketimpangan yang sangat besar telah terjadi.

"Sementara jutaan orang mempertaruhkan hidup dan mata pencaharian mereka para miliarder ini mendapat manfaat dari sistem ekonomi dan pajak," ucapnya.

Kemudian, World Bank dalam laporannya mengatakan jumlah kemiskinan dunia akan bertambah akibat wabah Covid-19, dengan seharinya banyak orang akan hidup dengan penghasilan dari US$1,90 per hari atau Rp28 ribu.

“Pandemi dan penutupan ekonomi dapat mendorong sebanyak 60 juta orang masuk dalam kemiskinan ekstrem penghapus banyak kemajuan baru-baru ini dalam pengentasan kemiskinan,” kata Presiden Kelompok Bank Dunia David Malpass.

Menurutnya, krisis seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya dapat menghapus kemajuan selama tiga tahun dalam pengentasan kemiskinan dunia. []