Ekonomi

Mirae Asset Sekuritas Prediksi IHSG April Lesu, Ini Penyebabnya!

Mirae Asset Sekuritas Prediksi IHSG April Lesu, Ini Penyebabnya!
Karyawan melintas di papan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Saham Efek Jakarta, Jumat (5/3/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi nilai transaksi bursa saham dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan terkonsolidasi pada April, seiring dengan kondisi makroekonomi domestik yang belum bertenaga dan momentum puasa.

Investment Information Head Mirae Asset Sekuritas Roger M.M. memprediksi nilai transaksi bursa saham akan terpangkas menjadi kisaran Rp9 triliun per hari, turun dari rerata Januari, Februari, serta Maret yang masing-masingnya Rp20 triliun, Rp15 triliun, dan Rp10 triliun per hari.

“April ada kemungkinan turun tipis menjadi sekitar Rp9 triliun per hari, faktor puasa juga biasanya akan membuat nilai transaksi harian lebih lesu dibandingkan dengan sebelumnya,” ujar Roger dalam konferensi pers Media Day Mirae Asset Sekuritas, Kamia (8/4/2021).

baca juga:

Dia juga memprediksi IHSG akan terkonsolidasi downtrend sebagai support 5.892-5.735 serta resisten 6.195-6.281. Roger mengatakan ada dua faktor positif yang dapat mendukung pergerakan IHSG ke depannya, tetapi masih akan terdilusi oleh satu faktor negatif yaitu kondisi makroekonomi.

Sentimen positif pertama adalah laporan kinerja keuangan emiten FY-2020 dan 1Q-2021. Kedua adalah aksi korporasi beberapa emiten, terutama musim dividen.

Roger mencatat ada beberapa emiten unggulan (blue chips) yang memiliki imbal hasil (yield) dividen tinggi. Beberapa di antaranya adalah ADRO 3,3%, PGAS 3,2%, AKRA 2,7%, PTBA 2,7%, ASII 2,3%, BBRI 2,2% dan UNTR 2,1%.

"Dengan demikian, beberapa saham emiten tersebut berkesempatan mendapatkan angin segar dari sentimen dividen yang tinggi," lanjutnya.

Dari sisi kondisi makroekonomi, Ekonom Mirae Asset Sekuritas Anthony Kevin menilai prospek perbaikan ekonomi global yang positif masih dibatasi kondisi di dalam negeri yang belum cukup baik.

Beberapa kondisi utama adalah distribusi vaksinasi Covid-19 yang masih lambat dan perekonomian kelas menengah ke bawah yang belum membaik. Dari global, dia menuturkan ada beberapa sentimen positif utama yang diprediksi dapat memberikan dorongan untuk penguatan pasar.

Prabawati Sriningrum

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu