Rahmah

Miqdad bin Amr al Aswad dan Rasa Bersalahnya Setelah Meminum Susu Milik Rasulullah

Miqdad berada dalam satu kelompok dengan Rasulullah SAW, dan juga ada tiga ekor kambing yang dapat diperah susunya untuk kelompok tersebut.


Miqdad bin Amr al Aswad dan Rasa Bersalahnya Setelah Meminum Susu Milik Rasulullah
Ilustrasi Sahabat Nabi (Umma)

AKURAT.CO  Salah seorang sahabat yang termasuk dalam kelompok As Sabiqunal Awwalun adalah Miqdad bin Amr al Aswad. Diketahui, karena pilihannya untuk memeluk Islam, karena ia bukan termasuk golongan yang terkemuka sehingga ia mengalami berbagai penyiksaan dari kalangan Quraisy. Meski begitu, segala penyiksaan itu bukan menjadi sebab untuk lebih memantapkan hatinya menjadi seorang Muslim.

Ketika tinggal di Madinah yaitu pada masa awal, Rasulullah SAW membagi sahabat Muhajirin dalam kelompok yang terdiri dari sepuluh orang. Yaitu  untuk mereka yang tidak tinggal dengan orang-orang Anshar, tetapi tinggal di serambi masjid sebagai Ahlu Shuffah. Sedangkan Miqdad berada dalam satu kelompok dengan Rasulullah SAW, dan juga ada tiga ekor kambing yang dapat diperah susunya untuk kelompok tersebut.

Suatu waktu, Miqdad dan dua orang temannya mengalami keadaan yang sangat lapar dan payah, sedangkan hanya ada satu gelas susu yang merupakan jatah Rasulullah SAW. Akan tetapi, Rasulullah SAW sedang berkunjung ke rumah seorang sahabat.

Hingga kemudian ada setan yang membisikkan pikiran jahat pada Miqdad, "Sebaiknya engkau minum susu itu. Nabi sedang berkunjung ke rumah sahabat Anshar, dan pasti beliau dijamu dengan istimewa disana…"

Akan tetapi, Miqdad mengabaikannya, meskipun setan tersebut terus membisikinya. Sehingga dalam keadaannya yang payah serta rasa lapar itu, ia tidak dapat menahannya lagi. Akhirnya susu itu ia minum dengan dua orang temannya. 

Selesai meminum susu itu, kedua temannya tertidur. Sedangkan Miqdad sendiri masih dihantui perasaan bersalah karena meminum susu jatah Rasulullah SAW. 

Ternyata setan itu menambah kegundahannya dengan memberi bisikin kepada Miqdad, "Apa yang engkau lakukan? Muhammad akan segera datang, dan akan mencari jatah susunya, pasti engkau akan binasa karena ia akan berdoa untuk kebinasaan orang yang menyerobot bagiannya…"

Tak lama setelah itu, Rasulullah SAW datang. Beliau langsung melaksanakan salat sunnah beberapa rakaat. Miqdad yang melihat Rasulullah SAW datang, semakin gelisah dan menunggu apa yang akan terjadi. 

Seusai salat, Rasulullah SAW menoleh ke arah gelas susu yang telah kosong, kemudian Rasulullah SAW mengangkat tangan untuk berdoa.

"Binasalah aku!!" Kata Miqdad dalam hati.

Kemudian, ia mendengar doa Rasulullah SAW, "Ya Allah, berilah makanan kepada orang yang memberiku makanan, berilah minuman kepada orang yang memberiku minuman."

Setelah mendengar doa tersebut, Miqdad langsung bergegas bangun dan mengambil pisaunya. Ia bermaksud untuk menyembelih salah satu dari ketiga kambing tersebut untuk makanan bagi Rasulullah SAW. 

Namun betapa terkejutnya dirinya ketika melihat ketiga kambing itu dalam keadaan penuh air susunya. Padahal diketahui sebelumnya tidak ada satu tetespun susu yang dapat diperah dari ketiganya.

Ia Kemudian mengambil sebuah bejana dan mengisinya dengan susu dan membawanya kepada Rasulullah SAW. Beliau lalu meminumnya beberapa teguk lalu diberikan kepada Miqdad,. 

Sesudah minum beberapa teguk, Miqdad mengembalikannya kepada Rasulullah SAW. Rasulullah SAW minum beberapa teguk dan diberikan lagi kepada Miqdad. Hal tersebut berulang beberapa kali bergantian minum hingga akhirnya Miqdad merasa kenyang dan tertawa mengingat apa yang dilakukannya.

Rasulullah SAW yang mengetahui apa yang terjadi, tersenyum dan bersabda, "Perbuatanmu itu adalah salah satu keburukanmu, hai Miqdad! Tetapi itu semua tidak terjadi kecuali karena rahmat Allah Azza wa Jalla. Sebaiknya engkau bangunkan kedua temanmu agar bisa merasakan susu ini."

"Ya Rasulullah, aku tidak perduli siapa yang disalahkan dalam hal ini, tetapi yang penting engkau telah meminum susu itu, dan aku telah meminum sisanya" kata Miqdad.

Setelah itu, ia membangunkan kedua temannya untuk dapat menikmati susu yang penuh berkah tersebut. []