Ekonomi

Minyak Rusia Diboikot Uni Eropa, Putin Cs Jaring Pembeli Baru

Minyak Rusia Diboikot Uni Eropa, Putin Cs Jaring Pembeli Baru
Presiden Rusia Vladimir Putin (Punch Newspapers)

AKURAT.CO, Uni Eropa saat ini sudah memberikan sanksi terbaru untuk Rusia yang mana mereka akan melakukan embargo terhadap hasil bahan bakar fosil dari negeri beruang merah itu.

Akan tetapi, walaupun sudah di embargo oleh Uni Eropa, Rusia tidak kehilangan akal untuk mencoba mengelak atas sanksi tersebut. Rusia sendiri saat ini mencari pembeli lain untuk minyak mentahnya dan paling tidak akan pangkas produksi biar harga tetap tinggi dan tetap memberi keuntungan baginya.

Sebelumnya para pemimpin Uni Eropa setuju untuk melarang 90 persen minyak mentah Rusia hingga akhir tahun sebagai bagian dari paket sanksi keenam terhadap Rusia. Pemberian sanksi ini tak lain akibat langkah Putin untuk melakukan operasi militer darurat ke Ukraina.

baca juga:

"Respon Rusia sendiri akan diawasi dengan ketat," kata Helima Croft, Kepala Strategi Komoditas Global di RBC Capital Markets, dikutip dari CNBC, Kamis (2/6/2022).

Helima Croft juga menilai Rusia akan sangat dengan menemukan pembeli dari minyak mentahnya. Barel-barel minyak Rusia bisa saja dikirim ke India, China, ataupun Turki, yang mana negara tersebut tidak masuk "negara tidak bersahabat" versi Putin.

"Minyak itu mungkin akan pergi ke India, China atau Turki. Namun hal ini kembali kepada Eropa, apakah mereka akan larang pengiriman dan layanan atau tidak, AS sendiri juga demikian, apakah negara itu akan lakukan sanksi sekunder seperti yang mereka lakukan pada Iran, atau tidak," tambah Croft

Rusia merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dunia setelah AS dan Arab Saudi. Di Eropa 36 persen impor minyak mentah berasal dari Rusia.

Perwakilan permanen Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov mengatakan bila Rusia akan cari importir lain.

"Seperti yang dia katakan kemarin, #Rusia akan menemukan importir lain," kata Ulyanov dikutip dari CNBC, Selasa (31/5/2022).

Sumber: CNBC, Reuters