Ekonomi

Minyak Mentah AS Kembali Naik Tipis Akibat Ketidakpastian Pasokan!

Harga minyak naik tipis di tengah sesi perdagangan yang bergejolak pada hari Jumat (24/6/22), karena ketidakpastian pasokan


Minyak Mentah AS Kembali Naik Tipis Akibat Ketidakpastian Pasokan!
Ilustrasi - Harga Minyak Dunia Naik dan Turun (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO, Harga minyak naik tipis di tengah sesi perdagangan yang bergejolak pada hari Jumat (24/6/2022), karena ketidakpastian pasokan melebihi kekhawatiran permintaan yang lebih lambat dari pendinginan aktivitas ekonomi AS.

Melansir dari Reuters, Jumat (24/6/22), minyak mentah berjangka Brent naik 31 sen, atau 0,3 persen, pada $110,36 per barel pada 0630 GMT, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 59 sen, atau 0,6 persen, pada $104,86 per barel.

"Melihat kurva berjangka masing-masing, baik Brent maupun WTI masih sangat terbelakang, menunjukkan bahwa pasokan minyak yang cepat tetap seketat sebelumnya," tutur analis pasar senior Asia Pasifik Jeffrey Halley, di OANDA. 

baca juga:

"Meningkatnya kekhawatiran resesi tampaknya mendorong pemusnahan posisi panjang spekulatif yang berat di kedua kontrak, bahkan seperti di dunia nyata, keketatan energi sama nyatanya seperti biasa," tambah Halley.

Harga minyak sempat naik hampir $1 per barel di awal perdagangan Asia sebelum memangkas kenaikan dan akhirnya tetap datar selama jam Asia intra-hari pada hari Jumat.

Untuk saat ini, kekhawatiran permintaan yang lebih lambat yang timbul dari kenaikan suku bunga dan aktivitas ekonomi AS yang lebih lambat membatasi kenaikan harga.

Di sisi lain, Managing Partner di SPI Asset Management Stephen Innes mengatakan, minyak mentah berjangka masuk ke mode jual setelah IMP manufaktur dan jasa AS berada jauh di bawah ekspektasi, bersama dengan penurunan data manufaktur Jerman.

"Dalam kondisi ini, harga minyak mentah yang lebih tinggi akan menjadi sangat sensitif terhadap input pasokan yang dirasakan atau meningkat," kata Innes, mencatat tanda-tanda minyak mentah Rusia menghantam kompleks minyak dan meningkatnya tekanan pada OPEC untuk meningkatkan produksi.

OPEC dan negara-negara produsen sekutu, termasuk Rusia, kemungkinan besar akan tetap berpegang pada rencana untuk mempercepat peningkatan produksi pada Agustus dengan harapan mengurangi harga minyak mentah dan inflasi karena Presiden AS Joe Biden berencana untuk mengunjungi Arab Saudi, kata sumber.