News

Minuman Kekinian Picu Diabetes, Permenkes 30/2013 Harus Diterapkan Secara Ketat!

Minuman Kekinian Picu Diabetes, Permenkes 30/2013 Harus Diterapkan Secara Ketat!
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo (Dpr.go.id)

AKURAT.CO Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo angkat bicara soal kadar gula berlebih dalam minuman kekinian yang menjadi sorotan berbagai pihak beberapa hari terakhir.

Menurut dia, sudah semestinya ada kontrol serta pengawasan yang ketat terhadap makanan dan minuman siap saji yang mengandung gula.

“Ingat loh, Indonesia saat ini juara dunia nomor lima jumlah penderita diabetes. Kondisi ini harus dijadikan warning untuk menyelamatkan anak bangsa ini dari berbagai penyakit yang muncul akibat kebanyakan mengonsumsi gula serta makanan dengan kadar gula tinggi,” kata Rahmad Handoyo kepada wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (28/9/2022). 

baca juga:

Ia menerangkan, penyakit gula bisa menyebabkan gangguan yang berkepanjangan seperti gangguan jantung, gagal ginjal, stroke dan sebagainya. Sehingga, pada akhirnya mengeruk dan membebani uang rakyat yakni APBN hingga triliunan Rupiah melalui BPJS.

“Ya, ironislah, penyakit-penyakit yang ditimbulkan akibat kebanyakan mengonsumsi gula maupun pola makan yang tidak sehat pada gilirannya membebani keuangan negara. Kenyataannya, setiap tahunnya, triliunan uang rakyat habis digunakan untuk cuci darah, jantung stroke maupun penyakit lainnya yang sebenarnya bukan penyakit menular. Kondisi seperti ini sangat membebani,” ujar Politikus PDIP itu.

Maka dari itu, Dinas Kesehatan melalui fasilitas-fasilitas kesehatan seperti puskesmas posyandu, harus mengedukasi masyarakat secara masif dan terus menerus agar mengonsumsi gula secukupnya saja serta pola makan yang sehat dengan menjaga pola makanan dari kadar gula tinggi.

“Masyarakat harus diedukasi bahwa mengonsumsi gula berlebih itu berbahaya bagi kesehatan. Masyarakat harus diingatkan, misalnya, anak-anak yang sudah mulai terkena diabetes, saat menuju dewasa, mereka sangat rentan dan berisiko bakali menanggung penyakit lainnya yang ditimbulkan penyakit gula berkepanjangan,” tutur dia.

Adapun, kata Rahmad, hal yang paling penting untuk menyelamatkan masyarakat dari bahaya penyakit diabetes salah satunya adalah menegakkan Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 tentang Pencantuman Informasi Kandungan Gula, Garam, dan Lemak Serta Pesan Kesehatan untuk Pangan Olahan dan Pangan Siap Saji.

“Saya kira dinas-dinas terkait harus dipastikan harus ikut mengontrol produk-produk makanan cepat saji makanan olahan yang mengandung gula tinggi. Tentu saja, kalau ada produk yang tidak mengindahkan aturan harus diberikan sanksi yang tegas,” kata Handoyo.

Kadar gula dalam minuman kekinian mendapat sorotan tajam. Bermula dari seorang pelanggan es teh kekinian yang menganggap sebuah produk terlalu manis lalu malah berbuah somasi hukum untuk meminta maaf.

Sebagai informasi, International Diabetes Federation (IDF) mencatat 537 juta orang dewasa (umur 20-79 tahun) atau 1 dari 10 orang hidup dengan diabetes di seluruh dunia. Diabetes juga menyebabkan 6,7 juta kematian atau 1 tiap 5 detik.

Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah pengidap diabetes sebanyak 19,47 juta. Dengan jumlah penduduk sebesar 179,72 juta, ini berarti prevalensi diabetes di Indonesia sebesar 10,6 persen.

Bahkan, menurut data Menteri Kesehatan, disebut sudah naik menjadi 13 persen atau 35 juta penduduk Indonesia terjangkit diabetes. Sehingga, ini menjadi alarm bahaya bagi kesehatan masyarakat. []