News

Minta RS Khusus Pejabat, Warganet ke Saleh Daulay: Beughh... Kayak Sultan Aja!

"Saya tidak mau lagi dengar ada anggota DPR yang tidak dapat tempat di ICU," kata Saleh.


Minta RS Khusus Pejabat, Warganet ke Saleh Daulay: Beughh... Kayak Sultan Aja!
Ilustrasi Twitter (GETTY IMAGES)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menjadi sorotan setelah ramai dengan pernyataannya yang tak ingin lagi mendengar ada anggota DPR tidak mendapatkan ruang intensive care unit alias ICU.

Dalam situasi pandemi saat ini, pernyataan Saleh terkesan sensitif dan bahkan banyak netizen yang menyindir dirinya karena ucapan tersebut. Nama Saleh juga sempat menjadi trending topik di Twitter.

Netizen @narkosun mengunggah foto Saleh dengan ucapan "Saya Tak Mau Dengar Lagi Ada Anggota DPR yang Tak Dapat ICU!". Dia menyebut bahwa pernyataan ini layaknya seorang sultan.

"Beh... sudah kayak sultan saja ini," kata @narkosun.

Adapun warganet lainnya @dellamurdiono mengatakan pernyataan Saleh itu justru tidak mencermin wakil rakyat, tapi mewakili diri sendiri dan rekannya. "Wakil Rakyat tittlenya tapi rasanya seperti mewakili dirinya dan teman sebangkunya soal ICU. 'Anggota DPR Minta Menkes Pastikan Rakyat dapat ICU', ini baru suara Wakil Rakyat," kicaunya.

"PAN abis ditinggal mbah Amien jadi ngawur. Kemarin temennya minta RS khusus pejabat, sekarang minta prioritas ICU buat anggota DPR. Hadeh, parah...parah," tulis @yohanesdhysta.

Sebelumnya, Saleh meminta kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin agar dapat mempersiapkan fasilitas penanganan pasien Covid-19 dengan matang.

“Pak menteri memprediksi bahwa orang yang terpapar Covid-19 belum tentu turun dalam satu dua minggu, dan nanti kalau memang terus naik ini perlu persiapan yang cukup matang," kata Saleh dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Menteri Kesehatan RI dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa lalu (13/7/2021).

"Saya tidak mau lagi dengar ada anggota DPR yang tidak dapat tempat di ICU seperti anggota Fraksi PAN John Mirin dari Papua, sampai akhirnya meninggalnya setelah dipindahkan ke RSPAD tetapi hanya 2 jam di ICU karena terlambat,” sambungnya.

Saleh merujuk hal itu dari ungkapan kekecewaan Wasekjen DPP PAN Rosaline Rumaseuw yang meminta agar dibuatkan rumah sakit khusus pejabat dan sempat menuai pro-kontra di publik.

Pernyataan Rosaline yang meminta rumah sakit khusus pejabat tersebut menurut Saleh semata karena melihat kondisi penanganan pasien yang kurang baik.[]