News

Minta Mahfud MD Dicopot, Ferdinand: Tak Butuh Menkopolhukam yang Biarkan Fitnah!

Ferdinand Hutahaean meminta Mahfud MD untuk dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).


Minta Mahfud MD Dicopot, Ferdinand: Tak Butuh Menkopolhukam yang Biarkan Fitnah!
Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahaean (Instagram/ferdinand_hutahaean)

AKURAT.CO, Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean meminta Mahfud MD untuk dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam).

Hal itu dikatakan ihwal Menko Polhukam Mahfud MD menyebut tak ada pihak yang bisa melarang Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas berbicara setelah Densus 88 menangkap sejumlah anggota MUI.

Ferdinand mengaku tidak butuh Menkopolhukam yang membiarkan tersemainya bibit-bibit radikalisme dan perpecahan dengan alasan perpektif lain.

"Dan kami juga tak butuh Menkopolhukam yang membiarkan fitnah dan caci maki kepada Presiden dan pemerintah dengan membalutnya seolah kritik. Copot Menkopolhukam!!" ujar Ferdinand dikutip dari akun Twitter-nya @FerdinandHaean3, Jakarta, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Ferdinand, jika jabatannya sebagai Menkopolhukam, tapi menilai orang yang mengusulkan bubarkan Indonesia sebagai sebuah perspektif lain dan pembanding. 

"Kacau, pantesan Republik gaduh terus, ternyata bang Menkopolhukam itu perspektif yang harus dihormati Ferdinand," pungkasnya.

 

Sebelumnya Mahfud menegaskan, pandangan Anwar Abbas dibutuhkan terkait berbagai persoalan yang sedang dihadapi. Mahfud kemudian membawa-bawa nama Said Didu, yang disebutnya sering mengkritik pemerintah.

"Orang seperti KH Anwar Abbas diperlukan agar kita punya perspektif lain tentang masalah yang kita hadapi. Sama dengan Pak @msaid_didu, suka ngritik dengan centil dan lucu. Kita perlu dia biar ada pembanding," ucap Mahfud.

Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas di salah satu akun YouTube yang kemudian diviralkan seolah-olah meminta Indonesia dibubarkan ramai dibahas di media sosial. Anwar menegaskan dirinya bukan bermaksud benar-benar meminta Indonesia bubar, tetapi melawan logika sesat dampak dari seruan 'Bubarkan MUI'.

"Intinya kita kalau mau menangkap seekor tikus, jangan lumbung padinya yang dibakar (ada anggota Komisi Fatwa diduga teroris lalu mereka minta MUI-nya dibubarkan). Dan kalau logika itu diperturutkan, maka jika di negeri ini ada kelompok teroris, maka Negara Republik Indonesia ini tentunya harus dibumihanguskan. Logika seperti itu tentu jelas tidak benar. Karena logika itu menurut saya jelas salah karena menyesatkan. Oleh karena itu, harus ditolak," kata Anwar kepada wartawan, Jumat (19/11/2021). []