News

Minta Data Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19, Bamsoet: Berikan Beasiswa hingga Kuliah

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta KPPPA segera mendata keberadaan anak yang kehilangan ayah, ibu atau bahkan keduanya akibat Covid-19.


Minta Data Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19, Bamsoet: Berikan Beasiswa hingga Kuliah
Ketua MPR Bambang Soesatyo saat melaksanakan sumpah jabatan pergantian antar waktu anggota MPR di Ruang Delegasi, Nusantara IV, KOmpleks Parlemen MPR/DPR-DPD, Senayan, Jakarta, Senin (18/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo atau Bamsoet meminta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) segera mendata keberadaan anak yang kehilangan ayah, ibu atau bahkan keduanya akibat Covid-19.

"Selanjutnya, pemerintah menetapkan kebijakan melalui APBN dengan pemberian beasiswa sampai mereka menyelesaikan sekolah atau kuliah," ujar Bamsoet keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Bamsoet mengusulkan, KPPPA juga dapat bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan lembaga lainnya untuk memberikan pengawasan dan pendampingan kepada setiap anak yang menjadi yatim piatu akibat Covid-19, khususnya pendampingan psikologi.

"Mengingat, hal ini diperlukan agar pendampingan pengasuhan anak tidak bertentangan dengan regulasi yang ada," terangnya.

Oleh karena itu, Bamsoet mendorong supaya KPPPA untuk segera menetapkan surat edaran kepada pemerintah daerah agar dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan perlindungan khusus anak pada masa pandemi Covid-19.

"Komitmen kemensos untuk memperkuat program-program bantuan yang selama ini diberikan kepada masyarakat tidak mampu, yatim piatu maupun masyarakat yang terdampak pandemi lainnya, untuk tetap disalurkan," pungkasnya.

Sebagai informasi, Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi menyatakan, setiap anak yang terdampak akibat pandemi Covid-19, tetap berhak mendapatkan perhatian pemerintah.

Negara wajib melindungi mereka dan memberi hak mereka untuk sehat dan bahagia, dan hidup mereka tidak terbebani setelah orang tua meninggal dunia.

“Upaya pendampingan anak-anak itu tidak sekadar fisik, melainkan harus juga dari sisi psikis,” ujar pemerhati anak itu.