News

Minta Damai, Sang Mucikari Sempat Tawarkan Uang Rp 120 Juta ke Korban

Minta Damai, Sang Mucikari Sempat Tawarkan Uang Rp 120 Juta ke Korban
Ilustrasi kekerasan seksual pada anak (MedicalCpress)

AKURAT.CO, Muhammad Zakir Rasyidin, kuasa hukum ABG berinisial NAT (15) yang disekap dan dipaksa menjadi PSK di apartemen Jakarta Barat mengaku jika keluarga kliennya didatangi oleh seorang mucikari yang dilaporkannya. 

Kedatangannya itu bertujuan untuk memberikan uang Rp 120 juta agar berdamai dengan terduga pelaku muncikari berinisial EMT.

“Jadi meskipun upaya-upaya yang dilakukan oleh pihak mucikarinya, untuk berdamai dengan orang tuanya, bahkan disuguhi uang Rp.120 juta. Tapi tetap keluarga minta proses tetap dilanjutkan sampi ke persidangan,” ujar Muhammad Zakir Rasyidin selaku pengacara korban dalam keterangannya, Sabtu (17/9/2022). 

baca juga:

Sementara itu, Muhammad Rifai, ayah korban mengatakan jika anaknya tidak mengetahui bahwa pekerjaan yang ditawarkan oleh terlapor berinisial EMT adalah pekerja seks komersial (PSK). 

Rifai menceritakan jika anaknya itu hanya dijanjikan penghasilan yang besar dan akan dipercantik.

"Tidak ada hanya diajak kerja saja. Hanya diiming-imingi entar punya duit banyak, jadi kecantikan ini itu, diiming-iminglah," jelas Rifai.

Rifai menjelaskan anaknya itu sempat pulang namun hanya sebentar saja. 

"Cuma sebentar aja dia pulang ke rumah. Sehari nggak sampai 20 menit 30 menit udah balik lagi," kata dia. 

Karena itu, Rifai menaruh rasa curiga kepada putrinya itu. Namun, saat ditanya putrinya hanya menjawab dirinya bekerja. 

"Kecurigaan ada, cuma ditanya, dia bilang "Nggak. Kerja, saya kerja," itu aja jawabannya. Dia kan mungkin karena tekanan di sana jadi dia langsung pergi aja gitu," lanjutnya.

Rifai bercerita jika anaknya menjalani aktivitas bersekolah seperti anak pada umumnya sebelum terlibat dalam dunia prostitusi. 

"Tadinya sekolah. Jadi diajak sama temannya satu. Yang terlibat di situ juga. Tapi iming-iming dengan gaji segini dapatnya, bisa punya uang banyak lah. Dari situlah dia jarang pulang," ucap dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang ABG perempuan berusia 15 tahun disekap hingga dipaksa dijadikan sebagai PSK disebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat. Aksi ini sudah berlangsung sejak 2021 lalu dan baru bulan Juni 2022 kemarin korban berhasil melarikan diri.

Korban dipaksa untuk mendapatkan uang senilai Rp 1 juta per hari sebagai PSK jika tidak, korban dipaksa untuk membayar Rp 35 juta ke pelaku. Pihak korban pun sudah melaporkan kasus ini secara resmi ke Polda Metro Jaya. []