News

Minta Batalkan PPKM Darurat, Faizal Assegaf Tuding Denny Siregar Jerumuskan Jokowi dan Luhut

"Kalau PPKM Darurat dibatalkan akan muncul desakan minta Luhut mundur karena dituding bikin onar," kata Faizal.


Minta Batalkan PPKM Darurat, Faizal Assegaf Tuding Denny Siregar Jerumuskan Jokowi dan Luhut
Faizal Assegaf (Instagram/faizal.assegaf)

AKURAT.CO, Aktivis Faizal Assegaf menyindir pegiat media sosial Denny Siregar yang meminta Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dibatalkan.

Menurut Faizal, dengan membatalkan PPKM Darurat justru menjerumuskan Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, karena akan dinilai tidak becus.

"Ada-ada aje, kalau PPKM Darurat dibatalkan, akan muncul desakan minta Luhut mundur karena dituding bikin onar dengan kebijakan yang amburadul," tulis Faizal di Twitter @faizalassegaf, Minggu (18/7/2021).

Dia pun mengingatkan Denny Siregar untuk tidak memicu polemik. "Hati-hati, membatalkan PPKM Darurat berpotensi memicu eskalasi politik, tambah mendidih. Ujungnya pres @jokowi dan kabinet dinilai tidak kompak," kata dia.

Sebelumnya, Denny Siregar meminta Presiden Joko Widodo untuk melihat dampak dari adanya PPKM Darurat bagi masyarakat menengah kebawah. "Pak @jokowi lihatlah ke bawah, ke masyarakat yang paling terdampak PPKM darurat. Jangan lihat kelas menengah dan atas yang selalu ketakutan ada Covid-19," tulis @Dennysiregar7.

Dia mengatakan demikian dengan melampirkan potret kehidupan warung pinggir jalan. Di foto itu tampak warung-warung yang tutup bertirai banner bertuliskan "Kami hanya pedagang kecil, yang hanya bisa mengikuti peraturan dan mati perlahan. Tolong selamatkan kami. Berikan kami solusi untuk bertahan".

Denny menilai potret itu adalah gambaran masyarakat kecil sudah putus asa dengan kebijakan yang dibuat pemerintah. "Jeritan putus asanya mereka, bisa jadi meledaknya amarah. Perut lapar itu bisa membakar, pak.. Tolonglah, batalkan PPKM darurat," imbuhnya.

Selama PPKM Darurat dijalankan di pelbagai wilayah Indonesia, tak sedikit masyarakat terutama masyarakat kecil yang menolak kebijakan tersebut. Kebijakan itu dinilai merugikan penghidupan mereka. Bahkan, di media sosial ramai soal puluhan emak-emak pedagang pasar yang mengamuk di Kantor Bupati Halmahera, lantara menolak kebijakan PPKM.

Sebagai bentuk protes, mereka mengangkut semua dagangan berupa ikan dan sayuran lalu menghambur-hamburkan di halaman kantor bupati.[]