Olahraga

Minimalisir Penyebaran COVID-19, Jepang Pangkas Delegasi Asing Olimpiade

Jumlah staf pendamping akan dibatasi maksimal 11 orang per kepala negara


Minimalisir Penyebaran COVID-19, Jepang Pangkas Delegasi Asing Olimpiade
Para pengunjung melihat cincin raksasa logo Olimpiade, yang sementara dipindahkan untuk pemeliharaan, di tengah wabah penyakit virus korona (COVID-19), di daerah tepi laut di Taman Laut Odaiba di Tokyo, Kamis (6/8/2020). (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

AKURAT.CO, Pemerintah Jepang tengah menggodok kebijakan untuk membatasi jumlah delegasi yang akan mendampingi para menteri dan para pemimpin negara-negara tamu dalam Olimpiade Tokyo sebagai langkah meminimalisir penularan virus corona (COVID-19).

Seperti dikutip laman Reuters, jumlah staf pendamping akan dibatasi maksimal 11 orang per kepala negara. Sedangkan delegasi tingkat kabinet akan dibatasi paling banyak lima orang.

Para tamu VIP terebut juga akan diminta menjalani serangkaian tes COVID-19 dalam kurun waktu 72 jam sebelum terbang ke Jepang dan akan kembali tes pada ssat kedatangan mereka di negara berjuluk Negeri Matahari Terbit itu.

Media setempat, Sankei, melaporkan bahwa pemerintah Jepang juga tengah mempertimbangkan membatasi jumlah penonton hingga 50 persen dari kapasitas stadion, hal itu juga karena kekhawatiran risiko yang ditimbulkan akibat penularan COVID-19.

Meski jumlah kasus akibat COVID-19 di Jepang relatif lebih rendah ketimbang negara lain, namun beberapa wilayah termasuk Tokyo masih menetapkan status darurat COVID-19 sehubungan dengan munculnya gelombang ketiga pandemi di negara tersebut.

Rumor menyebut, Jepang telah memutuskan menggelar Olimpiade tanpa penonton dari luar negeri, tetapi Presiden Komite Penyelenggara Tokyo 2020, Seiko Hashimoto mengatakan belum ada keputusan yang diambil.

Keputusan terkait penonton akan ditetapkan akhir Maret nanti. Olimpiade Tokyo 2020 yang tertunda satu tahun akibat pandemi COVID-19 dijadwal ulang menjadi 23 Juli-8 Agustus.

Panitia juga telah berulang kali berbicara tentang tekad mereka menggelar Olimpiade tahun ini dengan segala cara, meskipun dukungan publik tuan rumah rendah.[]