News

Minggu, Syarikat Islam Gelar Acara Milad di Istiqlal, 50 Ribu Warga Bakal Hadir

Minggu, Syarikat Islam Gelar Acara Milad di Istiqlal, 50 Ribu Warga Bakal Hadir
Sekjen Syarikat Islam Ferry Juliantono. (Repro)

AKURAT.CO, Syarikat Islam akan menggelar acara memperingati ulang tahun atau milad yang ke-117 di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (7/10/2022). Acara bakal dihadiri puluhan ribu warga.

"Lebih dari 50 ribuan warga Syarikat Islam dari sekitar Jakarta akan menghadiri acara dalam rangka memeperingati milad Syarikat Islam dan pengajian di masjid Istiqlal," kata Sekretaris Jenderal Syarikat Islam Ferry Juliantono dalam keterangannya kepada media dikutip Akuratco, Jumat (7/10/2022).

Mantan aktivis mahasiswa yang pernah menjadi tahanan politik karena menentang kenaikan harga BBM pada saat pemerintahan SBY itu memastikan acara memperingati milad Syarikat Islam akan dihadiri tokoh nasional, ulama, dan perwakilan dari lembaga dan kedutaan.

baca juga:

Dia menekankan keinginan kembali Syarikat Islam menjadikan dakwah ekonomi sebagai program besar organisasi dan umat Islam saat ini dan ke depan. Namun di sisi lain, umat Islam tidak boleh melupakan masalah sosial dan politik.

"Syarikat Islam akan menceburkan diri kembali dalam politik perjuangan kebangsaan. Masalah utama bangsa kita bukan soal politik identitas, tapi soal keadilan sosial," demikian kata Ferry Juliantono. 

Sarekat Islam yang awalnya bernama Sarekat Dagang Islam (disingkat SDI) didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi. SDI merupakan organisasi yang pertama kali lahir di Indonesia pada awalnya adalah perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda memberi keleluasaan masuknya pedagang asing untuk menguasai komplar ekonomi rakyat pada masa itu.

Pada kongres pertama di Solo tahun 1906 nama SDI diganti menjadi Sarikat Islam (SI). Kemudian pada tanggal 10 September 1912 berkat keadaan politik dan sosial pada masa tersebut HOS Tjokroaminoto menghadap notaris B. ter Kuile di Solo untuk membuat Sarikat Islam sebagai Badan Hukum dengan Anggaran Dasar SI yang baru, kemudian mendapatkan pengakuan dan disahkan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 14 September 1912.

HOS Tjokroaminoto mengubah yuridiksi SDI lebih luas yang dulunya hanya mencakupi permasalahan ekonomi dan sosial ke arah politik dan agama untuk menyumbangkan semangat perjuangan Islam dalam semangat juang rakyat terhadap kolonialisme dan imperialisme pada masa tersebut.

Karena perkembangan politik dan sosial SI kemudian bermetamorfosis menjadi organisasi pergerakan yang telah beberapa kali berganti nama. Yakni Central Sarekat Islam (CSI) tahun 1916, Partai Sarekat Islam (PSI) tahun 1920, Partai Sarekat Islam Hindia Timur (PSIHT) tahun 1923, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) tahun 1929, Syarikat Islam (SI) tahun 1973 karena keluar dari Majelis Tahkim ke-33 tahun 1972 di Majalaya, dan pada Majlis Tahkim (kongres nasional) ke-35 di Garut tahun 2003 namanya diganti menjadi Syarikat Islam (disingkat SI).[]