News

Minggu Jadi Hari Paling Mematikan di Gaza, Total Korban Tewas Capai 188 Orang

Serangan udara Israel di Gaza pada Minggu (16/5) menyebabkan 3 bangunan runtuh dan 42 nyawa melayang, termasuk 16 wanita dan 10 anak.


Minggu Jadi Hari Paling Mematikan di Gaza, Total Korban Tewas Capai 188 Orang
Petugas penyelamat di Gaza melakukan pencarian korban sepanjang hari di antara bangunan yang runtuh akibat serangan udara Israel. (Foto: EPA via BBC).

AKURAT.CO, Minggu (16/5) menjadi hari paling mengenaskan sejak pertempuran kali ini dengan Israel dimulai, menurut otoritas Palestina di Gaza. Lebih dari 40 orang tewas akibat serangan udara terbaru Israel di wilayah tersebut.

Dilansir dari BBC, serangan udara Israel membombardir jalan yang sibuk di Gaza pada Minggu (16/5) dini hari. Akibatnya, setidaknya 3 bangunan runtuh dan puluhan nyawa melayang.

Hamas pun membalasnya dengan meluncurkan rentetan roket ke arah Israel selatan pada malam dan sore hari. Akibatnya, jutaan warga Israel bergegas ke tempat perlindungan saat sirene berbunyi. Warga Palestina turut waspada, tetapi di Jalur Gaza yang padat dan sumber dayanya buruk, banyak yang bingung harus ke mana.

Militer Israel lantas melancarkan 80 serangan udara di sejumlah daerah di Kota Gaza pada Senin (17/5) pagi. Mereka mengaku menyerang sistem terowongan militan di daerah tersebut. Namun, runtuhnya terowongan juga menyebabkan rumah-rumah di atasnya runtuh, sehingga jatuh korban sipil yang tak diinginkan.

REUTERS

Menurut militer Israel, mereka telah menargetkan para pemimpin dan infrastruktur yang terkait dengan Hamas. Serangan itu juga diklaim melanda rumah pemimpin Hamas Yahya Sinwar dan saudaranya, Muhammad Sinwar, yang disebut-sebut sebagai kepala logistik sekaligus pentolan gerakan tersebut. Namun, menurut laporan Associated Press, keduanya sepertinya tidak berada di rumah saat serangan terjadi.

Sementara itu, di Israel, roket Hamas menghantam Ashkelon, Ashdod, Netivot, dan wilayah lainnya di Israel tengah dan selatan. Tak ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut. Militer Israel mengakui konsentrasi serangan roket tertinggi di wilayahnya selama seminggu terakhir. Namun, berkat sistem pertahanan Kubah Besi, negara itu berhasil mencegat banyak roket.

Meski begitu, beberapa roket telah merusak mobil dan bangunan, termasuk sinagoge Yad Michael di Ashkelon yang meledak sebelum ibadah malam untuk hari raya Yahudi Shavuot. Tak ada laporan korban luka-luka dalam kejadian ini. Penduduk setempat pun bergerak cepat untuk membereskan kerusakan, sehingga peribadatan dapat dilanjutkan, menurut Times of Israel.

REUTERS

Menurut otoritas Gaza, 42 orang, termasuk 16 wanita dan 10 anak, tewas dalam serangan udara Israel pada Minggu (16/5). Di sisi lain, pihak Israel mengklaim kehilangan 10 warganya, termasuk 2 anak akibat serangan roket ke Israel sejak pertempuran dimulai pada Senin (10/5).

Korban tewas secara keseluruhan di Gaza kini mencapai 188 orang, termasuk 55 anak dan 33 wanita, serta 1.230 orang terluka, menurut kementerian kesehatan yang dikendalikan Hamas. Israel pun menyatakan lusinan militan termasuk dalam korban tewas tersebut.

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang belum mencapai kesepakatan dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, tak ada pernyataan publik yang dirilis setelah rapat tersebut.

Amerika Serikat (AS), sekutu kuat Israel, dikatakan bersikukuh dengan yakin bahwa upaya ini tak akan membantu proses diplomatik. Namun, dalam rapat pada Minggu (16/5), Duta Besar AS Linda Thomas-Greenfield menyatakan kalau AS siap menawarkan dukungan jika kedua pihak mengupayakan gencatan senjata. Ia juga mengklaim negaranya sudah bekerja keras untuk mencoba mengakhiri konflik.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengecam serangan di kamp pengungsi pada Sabtu (15/5) yang menewaskan 10 orang yang masih satu keluarga. Seorang bayi berusia 5 bulan pun selamat dalam kejadian ini setelah ditarik dari reruntuhan.

"Israel kerap meminta kami menempatkan diri dalam posisi mereka. Padahal, mereka tak memakai sepatu, tetapi bot militer," sindirnya.

Perwakilan Tetap Israel Gilad Erdan pun menanggapinya dengan menyebut kematian seorang gadis Arab-Israel berusia 10 tahun. Gadis kecil itu terbunuh oleh roket Hamas. Erdan berdalih Israel meningkatkan 'upaya heroik' untuk membongkar infrastruktur teroris dan menghindari korban sipil.

Ia juga mendesak Dewan Keamanan agar tegas mengutuk Hamas dan memperingatkan kalau Israel akan mengupayakan semua langkah yang diperlukan untuk melindungi diri.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co