Lifestyle

Mindset yang Harus Diubah Menuju Kesuksesan


Mindset yang Harus Diubah Menuju Kesuksesan
Psikolog Tara de Thouars di Peluncuran Acara EF Ambassador 2020, di CoHive 101, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/2). (AKURAT.CO/Chodijah Febriyani)

AKURAT.CO, Seringkali pasti seseorang akan merasa pada satu titik di mana tidak ada perubahan dalam dirinya. Mereka pun akan selalu berpikir tidak memiliki kemampuan dan keterampilan seperti apa yang dimiliki banyak orang.

Hal tersebut tentunya akan sangat mengganggu kompetensi untuk menuju kesuksesan seseorang. Maka, Tara de Thouars, piskolog klinis dewasa, menyarankan, agar perlu mengubah mindset supaya seseorang sukses di masa depan.

Poin pertama yang harus dilakukan yaitu belajarlah untuk keluar dari zona nyaman. Karena Menurut Tara, keluar dari zona nyaman ini adalah hal yang paling susah.

"Mereka yang merasa susah, pasti tidak punya bayangan jika nanti akan seperti apa jika mereka ke luar dari lingkaran. Sehingga, seseorang yang merasa aman akan tetap stay dan sudah familiar dengan apa yang diterimanya," kata di acara EF Ambassador 2020, di CoHive 101, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, (5/2).

"Maka, jangan pernah takut untuk ke luar dari comfort zone karena hal buruk itu hanya ada di pikiran kita sendiri yang menumpuk. Padahal, jika kita mencoba, kita tidak tahu mungkin apa yang terjadi, mungkin akan lebih baik," tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, belajar untuk menantang diri sendiri. Karena, jika tidak melakukan hal ini, kita tidak akan tahu akan potensi yang ada di diri kita.

"Setiap orang pasti punya kemampuan dan bisa belajar jadi jangan pernah takut untuk menantang diri sendiri. Kalau kita tidak pernah mencoba, kita tidak akan pernah tahu kompetensi yang ada pada diri kita dan belajar menghasilkan sesuatu yang beda," tuturnya.

Kemudian, tips yang ketiga dengarlah kata hati. Terkadang, orang tidak mau mendengarkan kata hati mereka karena takut salah mengambil tindakan.

"Sebenarnya, rasa takut tersebutlah yang mengambil alih itu semua. Jadi, tidak mau dengar apa yang ada di pikiran hati mereka. Jadi, ketika mengambil keputusan, mereka kebanyakan tidak mendengarkan isi hati mereka. Jadi, hasilnya apa yang kita inginkan tidak kita turuti yang nantinya akan menyesal dan tidak membuat happy lagi," jelasnya.