Ekonomi

Millenial Terjun Ke Dunia Investasi, Pengamat: Ini Blessing In Disguise

Millenial Terjun Ke Dunia Investasi, Pengamat: Ini Blessing In Disguise
Ilustrasi investasi (Pixabay/@Nattanan Kanchanaprat)

AKURAT.CO, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa generasi millenial saat ini banyak yang terjun ke dunia Investasi, namun harus tetap berhati-hati dalam memilih instrumen investasi.

"Milenial saat ini banyak yang terjun ke dunia investasi, ini bagus namun harus tetap waspada dan berhati-hati dalam memilih intrumen investasinya dan pastikan keamanannya," ucapnya.

Menanggapi hal tersebut Ekonom INDEF, Nailul Huda mengatakan meningkatnya jumlah investor muda di Indonesia adalah 'blessing in disguise' kencangnya digitalisasi pada masa pandemi.

baca juga:

"Pilihan investasi juga semakin banyak karena didorong oleh digitalisasi di sektor jasa keuangan. Makanya banyak anak muda yang berinvestasi di masa pandemi, baik di pasar saham dan aset kripto. Kemudahan berinvestasi menjadi salah satu alasan mereka untuk berinvestasi," ucapnya.

Meskipun begitu, lanjutnya, pemilihan jenis investasi akan sangat mempengaruhi kemakmuran investornya dan perlu berhati-hati.

"Zamannya sekarang sudah berubah juga. Dengan hanya mengandalkan gadget saja sekarang anak-anak muda ini bisa menghasilkan bahkan bisa lebih banyak dibandingkan dengan investasi di sektor riil," jelas Nailul.

Investasi 'jaman now' dilakukan secara digital, melalui Fintech terdaftar di OJK. Data KSEI menunjukan bahwa per April 2022, 60,29% investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun, yang rata-rata masih berada di awal dan pertengahan karir profesionalnya.

Dalam sebuah survei yang dilakukan CELIOS beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa berinvestasi di platform investasi digital dianggap sebagai aksi berkontribusi terhadap peningkatan sektor teknologi informasi, membantu pendanaan perusahaan, dan efek penciptaan tenaga kerja dari investasi.

Hal ini menjadi indikasi positif bahwa platform investasi digital mampu mendorong terciptanya investment-oriented society atau masyarakat yang melek investasi.