News

Militer Indonesia Terkuat se-Asia Tenggara, DPR: Prestasi yang Patut Diapresiasi

Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa Menhan Prabowo Subianto totalitas dalam bekerja memperkuat sektor pertahanan Indonesia.


Militer Indonesia Terkuat se-Asia Tenggara, DPR: Prestasi yang Patut Diapresiasi
Pasukan TNI AL yang terdiri dari Kompi Gabungan melakukan demonstrasi latihan pertahanan pangkalan dan Defile di Dermaga Sunda Komplek Satuan Pangkalan Koarmada I, Pondok Dayung, Jakarta, Rabu (5/12/2018). Demonstrasi tersebut melibatkan unsur SSAT dalam mempertahankan pangkalan dari serangan udara dalam rangka Dirgahayu Hari Armada RI 2018. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad turut memberikan komentar terhadap pencapaian kekuatan militer Indonesia yang menempati posisi pertama terkuat di Asia Tenggara dan posisi ke-16 dari 140 Negara di dunia versi Global Firepower.

Menurut Dasco, capaian ini merupakan salah satu prestasi yang patut mendapatkan apresiasi. Menurutnya, ini menjadi bukti bahwa Menhan Prabowo Subianto totalitas dalam bekerja memperkuat sektor pertahanan Indonesia.

“Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan di bawah Prabowo Subianto di saat yang sama juga terus melakukan upaya modernisasi alutsista dan memperkuat TNI melalui pembentukan komponen cadangan TNI yang telah ditetapkan (oleh) Presiden Jokowi beberapa waktu lalu,” kata Dasco dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (13/10/2021).

Sebagai informasi, situs pemeringkat militer dunia, Global Firepower merilis peringkat kekuatan militer dari 140 negara di dunia, termasuk di dalamnya 11 negara dari Asia Tenggara salah satunya Indonesia yang berdasarkan 50 indikator peneilaian menempati peringkat pertama terkuad se-Asia Tenggara.

Dalam situs tersebut Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara dengan militer terkuat di Asia tenggara atau urutan ke-16 dari seluruh negara yang dinilai oleh Global Firepower. Posisi tersebut cukup kuat jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Vietnam yang menempati urutan kesua terkuat di Asia atau menduduki posisi ke-24 di dunia. Sementara Malaysia, negara yang berbatasan langsung dengan Indoneia menempati posisi terkuat ke-6 di Asia Tenggara.

Sebagai salah satu upaya untuk memperkuat pertahanan militer Indonesia, Presiden Jokowi juga telah menetapkan 3.103 orang komponen cadangan pada 7 Oktober 2021 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Khusus(pusdiklatpassus) Bandung. Komponen cadangan ini diharapkan dapat dimobilisasi untuk memperbesar kekuatan TNI dalam keadaan darurat ataupun saat bencana.

Sufmi Dasco menambahkan, hal tersebut sebagai upaya memperkuat TNI. “Dengan adanya komcad (komponen cadangan) memungkinkan penghematan anggaran untuk perkuat pertahanan. Kekuatan TNI dapat bertambah secara personel meski tanpa menambah jumlah TNI aktif,” ungkap Dasco. []