News

Miliki SIM hingga Plat Nomor Palsu, Ini 5 Fakta Penting Pria yang Mengaku Jenderal Sunda Nusantara

Rusdi Karepesina akan jalani pemeriksaan kejiwaan hingga dapat sanksi berlapis.


Miliki SIM hingga Plat Nomor Palsu, Ini 5 Fakta Penting Pria yang Mengaku Jenderal Sunda Nusantara
Rusdi Karepesina mengenakan plat nomor palsu yaitu SN 45 RSD (Antara Photo)

AKURAT.CO, Dalam beberapa hari terakhir, warganet dihebohkan dengan kemunculan seorang pria yang memiliki SIM Kekaisaran Sunda Nusantara. Bahkan, dalam kartu tanda pengenal tersebut disebutkan bahwa dirinya berprofesi sebagai Jenderal. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait kasus sopir kekaisaran sunda nusantara. 

1. Dihentikan di Tol Cawang

Kasus ini diawali dari diberhentikannya seorang pria yang bernama Rusdi Karepesina ketika sedang mengendarai mobilnya di jalan Tol Cawang oleh Ditlantas Polda Metro Jaya pada (5/4) lalu. Penilangan tersebut dilakukan karena kendaraan yang dikemudikan mengenakan plat nomor palsu yaitu SN 45 RSD. 

2. Tunjukan Jenderal Tentara Sunda Nusantara

Pada saat ditilang, ternyata sang pengemudi tidak dapat menunjukkan surat dokumen yang dimaksud. Namun, dirinya justru memberikan sebuah dokumen yang sangat asing. Rusdi memperlihatkan sebuah surat ijin mengemudi yang berganti menjadi Surat Kelayakan Mengemudi (SKM). Menariknya lagi, dokumen ini diterbitkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Bahkan, tak hanya SIM, tetapi juga STNK yang diterbitkan oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara.  

3. Mengendarai Pajero dari Jakarta Timur

Ketika pemberhentian yang dilakukan oleh polisis di Tol Cawang KM 3 tersebut, Rusdi sedang mengendarai sebuah mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan plat nomor SN 45 RSD. Setelah ditelusuri, ternyata Rusdi adalah seorang warga Duren Sawit, Jakarta TImur. Sedangkan sebelumnya, dirinya lahir di Ambon. 

4. Mengaku berprofesi sebagai Jenderal Tentara

Dari laporan polisi yang menilangnya, Rusi juga menyatakan bahwa dirinya berprofesi sebagai Jenderal Tentara di Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Hal tersebut juga dapat dilihat dari surat identitas diri yang dirilis oleh Negara Kekaisaran Sunda Nusantara. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian pun berencana untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan dari Rusdi. 

5. Sanksi berlapis

Setelah dilakukan penilangan dan tidak berhasil menunjukkan surat resmi yang diminta oleh polisi, Rusdi akhirnya digiring ke Polda Metro Jaya. Dengan begitu Rusdi terbukti melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pria berusia 55 tahun tersebut dikenakan 3 pasal yaitu 280, 288 ayat 1, dan 288 ayat 2. Akibatnya, Rusdi terancam hukuman penjara dua bulan dan sanksi denda sebesar Rp500 ribu. 

Sedangkan mobil yang dikendarai oleh Rusdi Karepesina tersebut sebenarnya memiliki plat nomor B 8462 BP dengan alamat di Jakarta Timur.[]

Anugrah Harist Rachmadi

https://akurat.co