Entertainment

Miliki Penyakit Mental, Marshanda Sempat Kehilangan Hak Asuh Anak

Miliki Penyakit Mental, Marshanda Sempat Kehilangan Hak Asuh Anak
Foto berbikini Marshanda (Instagram/marshanda99)

AKURAT.CO, Marshanda belakangan terus menjadi perbincangan usai ia memberikan pengumuman tengah mengidap penyakit tumor payudara. Dalam jumpa pers yang digelar secara virtual belum lama ini, Marshanda menceritakan bahwa dirinya sempat kehilangan hak asuh anak, Sienna Ameerah Kasyafani.

Kehilangan hak asuh anak itu dilatar belakangi dirinya yang miliki penyakit mental, bipolar disorder.

“Makanya dulu aku kehilangan hak asuh," ujar  Marshanda.

baca juga:

Dalam undang-undang yang berlaku, Marshanda dianggap sebagai seseorang yang kurang untuk mendidik tumbuh kembang anak.

"Itu karena kalau orang punya mental illness nggak dianggap cakap hukum ini ada di undang-undang loh," tuturnya.

Menurut mantan istri Ben Kasyafani itu, Pemerintah masih belum miliki keperdulian terhadap penyandang penyakit mental. Meski begitu, pemain Bidadari itu bisa mendapatkan hak asuh anak.

“Pemerintah nggak peduli kalau orang punya disabilitas mental. Lo kehilangan hak asuh, lo kehilangan hak, lo dicekokin obat 50 biji sehari lo nggak punya hak," ungkapnya.

"Padahal lo udah umur 25, ada bukti, ada undang-undangnya karena lo punya disabilitas mental lo nggak cakap hukum, lo nggak punya hak dalam bersuara. Makanya aku kehilangan banyak hal dalam hidup aku. Gue juga nggak yakin hakimnya teredukasi apa nggak," sambungnya.

Ia hanya berharap kini Pemerintah bisa memberikan edukasi kepada orang-orang yang miliki penyakit mental.

"Pemerintah edukasi nggak orang-orang punya disabilitas mental punya hak untuk sembuh, hak belajar. Pemerintah nggak teredukasi untuk itu, kalau teredukasi buktikan sekarang!" ucapnya.

Seperti diketahui, Marshanda mengidap gangguan mental beberapa tahun silam, perempuan yang akrab disapa Caca ini, mengaku kalau dirinya bahkan mengalami perseteruan dengan ibunya sendiri.

Marshanda mengungkapkan, satu-satunya cara paling efektif agar gangguan tersebut tidak menjadi gangguan yang berbahaya, adalah dengan mengatur emosi. Marshanda menegaskan bahwa mengatur emosi yang ia maksud tidak dilakukan dengan melawan emosi negatif. 

“Jangan dilawan, diterima dan diidentifikasi saja: emosi apa yang sedang kita rasakan? Mengapa? Namun, akal sehat harus tetap kita dahulukan dan berjanji pada diri sendiri untuk terus berbenah diri menjadi lebih baik,” ujar Marshanda di Festival Pulih, dikutip pada Kamis (23/12).