News

Miliki Jaringan Dalam dan Luar Negeri! Ini 5 Fakta Mengejutkan Satu Keluarga jadi Copet di Mandalika

Satu keluarga saling berbagi peran


Miliki Jaringan Dalam dan Luar Negeri! Ini 5 Fakta Mengejutkan Satu Keluarga jadi Copet di Mandalika

AKURAT.CO, Penangkapan copet di Mandalika beberapa hari lalu sempat menghebohkan warganet. Pasalnya, pelaku pencopetan yang terjadi di ajang World Superbika (WSBK) di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, tersebut dilakukan oleh satu keluarga besar. Bahkan, keluarga pencopet tersebut rela melancong dari Jakarta ke Lombok dengan niatan untuk melakukan aksi kriminal tersebut. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO mengumpulkan sejumlah fakta penting terkait aksi pencopetan yang dilakukan oleh satu keluarga ini. 

1. Dari Jakarta

Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, anak dan satu orang tetangga. Aksi tersebut dimulai ketika keempatnya terbang dari Jakarta ke Lombok pada hari Jumat (19/11) lalu. Tiga orang di antaranya memang memiliki tiket menonton dan akan melakukan aksinya di tribun penonton. Menginap di kos dekat Sirkuit dan menyewa kendaraan ke lokasi, seorang pelaku tertangkap basah ketika beraksi di Gate 3 Sirkuit. Sesaat kemudian, tiga orang lainnya juga tertangkap namun di Pelabuhan Lembar. 

2. Mencuri tas yang terbuka

Seluruh anggota keluarga pencopet tersebut melakukan aksinya secara bersamaan. Caranya adalah dengan berbagi peran. Sedangkan sasaran utama dari aksi copet keluarga tersebut adalah tas wanita yang terbuka karena lengah ketika sedang menonton. Ketika menangkap sejumlah pelaku tersebut, pihak kepolisian juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti mulai dari empat handphone hingga sejumlah pakaian. 

3. Berbagi peran

Dalam melakukan aksinya, anggota keluarga ini memiliki perannya masing-masing. Anak pelaku memiliki peran sebagai sosok pengalih perhatian agar penonton lengah ketika membuka tasnya. Sang ibu berperan sebagai eksekutor yang mengambil atau mencopet barang tersebut. Sag suami berperan sebagai pengumpul barang yang menerimanya dari pengoper barang. Sedangkan tetangganya berperan sebagai pengoper barang yang menerima dari esekutor. 

4. Telah beraksi ke luar negeri

Pihak kepolisian juga telah menyatakan bahwa keluarga pencopet ini memiliki pengalaman dan jam terbang yang cukup tinggi. Pasalnya, dari pengakuan, komplotan tersebut pernah melakukan aksinya di luar negeri yaitu Malaysia dan Singapura. Bahkan, secara total, keluarga tersebut telah melakukan aksinya sebanyak 50an kali termasuk di Batam. 

5. Menyasar MotoGP 2022

Setelah melakukan penangkapan dan mendengarkan pernyataan dari para pelaku, kepolisian juga menyampaikan bahwa keempat pelaku ini berencana akan mengundang jaringan copet antarnegara. Aksi kriminal tersebut rencananya akan dilakukan ketika ajang MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika. Sedangkan jaringan pencopet ini berasal dari Malaysia, Turki, Nepal, Makao hingga Thailand. Sedangkan jaringan pencopet dalam negeri ada di Jakarta, Makassar, Palembang, Bali hingga Surabaya. 

Selain empat anggota keluarga tersebut, kepolisian juga menangkap empat pelaku lain yang juga terlibat dalam aksi kriminal tersebut. Dengan begitu, pelaku tersebut terjerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman penjara hingga tujuh tahun. []