Ekonomi

Miliarder Ray Dalio: Regulator Bakal 'Bunuh' Bitcoin Jika Mendulang Sukses!

Fenomena cryptocurrency atau bitcoin memang masih menjadi polemik di sejumlah negara


Miliarder Ray Dalio: Regulator Bakal 'Bunuh' Bitcoin Jika Mendulang Sukses!
Miliarder dunia Ray Dalio (bloomberg.com)

AKURAT.CO Fenomena cryptocurrency atau bitcoin memang masih menjadi polemik di sejumlah negara. Termasuk regulator AS yang kian memperketat pengawasan terhadap cryptocurrency seiring dengan spekulasi manuver pergerakan liar yang kerap terjadi di pasar, dilansir dari CNBC International. Investor sekaligus miliarder dunia Ray Dalio pun menyebut dengan segala pengawasan ketat yang akan dilakukan terhadap cryptocurrency, sudah bakal tentu lambat laun regulator bakal membunuh (mengontrol) bitcoin, terlebih bila cryptocurrency mendulang sukses.

“Saya pikir pada akhirnya jika itu benar-benar berhasil, mereka akan membunuhnya dan mereka akan mencoba membunuhnya. Dan saya pikir mereka akan membunuhnya karena mereka memiliki cara untuk membunuhnya," kata Dalio kepada Andrew Ross Sorkin di "Squawk Box" CNBC pada konferensi SALT di New York.

Terlebih memang bitcoin masih menjadi investasi yang diperdebatkan keabsahannya di berbagai belahan dunia. Adapun diantaranya EL Salvador yang telah menjadi negara pertama mengadopsi bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada bulan Juni lalu.

Sementara itu, India diperkirakan akan mengusulkan undang-undang yang melarang cryptocurrency dan menghukum penambang dan pedagang. Lalu China telah mulai menindak pasar crypto dengan memerintahkan penambang untuk menutup operasi mereka.

Ray Dalio mengatakan bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik, artinya aset tersebut tidak memiliki nilai fundamental dan objektif.

“Ada begitu banyak hal dalam perspektif sejarah yang tidak memiliki nilai intrinsik dan memiliki nilai persepsi. Dan kemudian menjadi panas dan menjadi dingin. Itu bisa saja. Anda hanya perlu tahu apa itu. Bisa jadi tulip di Belanda,” kata Dalio.

Namun, investor miliarder itu mengatakan bitcoin merupakan alternatif yang baik untuk diversifikasi uang tunai. Karena itu ia memiliki persentase token digital yang lebih kecil dibandingkan dengan investasi emasnya.

“Saya pikir ada baiknya mempertimbangkan semua alternatif untuk uang tunai dan semua alternatif untuk aset keuangan lainnya. Bitcoin adalah sebuah kemungkinan. Saya memiliki sejumlah uang dalam bitcoin,” terang Dalio.

Ray Dalio berujar akan menjadi luar biasa hebat jika menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah karena diawali dari tempat pemrograman. Sementara itu, Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Gary Gensler mengatakan bahwa regulator utama Wall Street bekerja lembur untuk membuat seperangkat aturan untuk melindungi investor dengan regulasi yang lebih baik daripada ribuan aset digital dan koin.

Terlepas dari beberapa serangan volatilitas yang berat, bitcoin telah cukup berhasil akhir-akhir ini. Crypto tersebut memiliki lebih dari empat kali lipat dalam 12 bulan terakhir dan kini bernilai US$47.500 (Rp677 juta). Sebelumnya, Bitcoin mencapai di atas US$60.000 (Rp855 juta) awal tahun ini.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.