Ekonomi

Miliarder AS Ray Dalio Marah Besar ke Pemerintah Inggris: Harga Poundsterling Jatuh Parah!

Miliarder AS Ray Dalio Marah Besar ke Pemerintah Inggris: Harga Poundsterling Jatuh Parah!
Mata Uang Pounsterling, Inggris. (lovemoney.com)

AKURAT.CO Miliarder AS Ray Dalio telah mengecam para pemimpin Inggris karena membawa pound Inggris ke rekor terendah terhadap dolar pada hari Senin kemarin. Mereka juga mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dua tahun ke level tertinggi 14-tahun 4,3% pada hari Selasa.

Pemerintah Inggris memicu aksi jual dengan mengumumkan pemotongan pajak yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, sehingga memunculkan kekhawatiran inflasi yang lebih buruk dan utang publik yang membengkak.

Melansir Market Insider di Jakarta, Kamis (29/9/22) Dalio, seorang investor miliarder dan pendiri Bridgewater Associates, menguraikan beberapa pelajaran bagi investor dan pembuat kebijakan dari kesalahan fiskal negara itu.

baca juga:

"Penjualan panik yang sekarang anda lihat mengarah pada jatuhnya obligasi, mata uang, dan aset keuangan Inggris disebabkan oleh pengakuan bahwa pasokan besar utang yang harus dijual oleh pemerintah terlalu banyak untuk permintaan," kata Dalio.

Investor membuang pound dan obligasi karena mereka khawatir pemerintah mencoba untuk menjual terlalu banyak utang. Itu akan membingungkan otoritas Inggris tidak melihat reaksi pasar.

"Saya tidak mengerti bagaimana mereka yang berada di balik langkah ini tidak mengerti itu," cuit Dalio. "Ini menunjukkan ketidakmampuan."

Manajer hedge fund itu menuduh pemerintah Inggris bertindak seperti negara berkembang dengan memproduksi terlalu banyak utang dibandingkan dengan permintaan global.

Komentar Dalio dalam beberapa pekan terakhir juga sama suramnya. Ia juga memperkirakan inflasi AS jangka panjang sekitar 4,5% hingga 5%, suku bunga di atas 4,5% di tahun-tahun mendatang, dan sebagai akibatnya diperkirakan jatuhnya harga saham sebesar 20%.

Greg Jensen, salah satu dari dua investor co-chief Dalio di Bridgewater, juga telah memperingatkan bahwa investor AS harus siap menghadapi inflasi yang sangat tinggi, resesi yang panjang dan menyakitkan, serta penurunan lebih lanjut dalam harga aset.

Untuk diketahui, harga poundsterling sempat menyentuh Rp15.800 per 1 pound. Namun hari ini, 1 poundsterling telah kembali naik setara dengan Rp16.444.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.
Sumber: Warta Ekonomi