News

Milenial Wajib Pegang Prinsip-prinsip Ini Kalau Mau Nyapres di 2024!

Ada sejumlah tipe calon presiden (capres) dari kalangan generasi milenial yang dinilai akan siap bertarung dalam gelaran Pilpres 2024.


Milenial Wajib Pegang Prinsip-prinsip Ini Kalau Mau Nyapres di 2024!
Ilustrasi Pilpres ()

AKURAT.CO Ada sejumlah tipe calon presiden (capres) dari kalangan generasi milenial yang dinilai akan siap bertarung dalam gelaran Pilpres 2024. Adapun syaratnya adalah, mereka harus pintar, visioner, punya visi dan misi, dan mampu merangkul semua kalangan rakyat.

"Selain itu, dia smart, visioner punya visi ke depan bagaimana dia mampu merangkul (rakyat)," ujar Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie dalam sebuah Webinar P3S 'Menelisik Seputar Capres Milenial 2024' pada Rabu (25/5/2022).

Lebih lanjut, Jerry mengungkapkan, hal terpenting adalah capres dari kalangan generasi milenial ini jangan sampai melupakan rakyat yang sudah memilihnya, begitu sudah resmi terpilih jadi Presiden. Sebab, kata dia, sejauh ini banyak pemimpin justru tidak tahu diri karena melupakan jasa masyarakat yang telah memilihnya.

baca juga:

"Pemimpin yang tahu diri karena dia dipilih oleh rakyat, karena yang menentukan berhasil atau tidaknya pemimpin itu naik adalah kita (rakyat). Serta pemimpin itu harus taat konstitusi karena itu soal prinsip," kata Jerry.

Jerry menerangkan, Indonesia memiliki banyak figur pemimpin yang cerdas. Namun, dalam mengurus persoalan tentang pemerintahan, banyak pula yang tidak bijaksana.

Biasanya, kata dia, godaan-godaan tersebut muncul karena para pemimpin lebih tergiur karena politik uang, dan sikapnya yang serakah dalam mengambil keputusan. 

"Pertama, pemimpin milenial hindari cinta uang. Kalau orang yang sudah punya cinta uang, maka dia akan jatuh," ujar Jerry. 

"Kedua, pemimpin milenial kalau dia serakah itu bahaya, maka jangan sampai yang muncul pemimpin yang serakah," tambahnya. 

Terakhir, Jerry berharap kedepannya agar para pemimpin atau capres dari kalangan generasi milenial tidak menggunakan jasa buzzer dalam praktik politiknya.

"Untuk capres nanti saya berharap ada lahir generasi milenial. Yang paling utama adalah kedepannya tidak akan muncul buzzer-buzzer bin ajaib, atau para tokoh milenial supaya tidak menggunakan buzzer," pungkasnya. []