Ekonomi

Milenial Kumpul! Ini Tipsnya Jika Mau Gapai Kemerdekaan Finansial

merdeka finansial bukan berarti memiliki banyak harta dan aset melainkan mampu memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan bebas dari utang

Milenial Kumpul! Ini Tipsnya Jika Mau Gapai Kemerdekaan Finansial
Ilustrasi kemerdekaan finansial bagi milenial (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Setiap orang pasti memimpikan kemerdekaan finansial mulai dari mampu memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak, dana persiapan pensiun, serta memiliki asuransi untuk memitigasi risiko. Untuk itu diperlukan usaha untuk dapat menggapai kemerdekaan finansial.

Co-Founder MiPOWER by Sequis and Registered Financial Planner Edwin Limanta mengungkapkan bahwa merdeka finansial bukan berarti memiliki banyak harta dan aset melainkan mampu memenuhi kebutuhan hidup yang layak dan bebas dari utang. Meski kondisi finansial setiap orang berbeda dan sebagian belum merdeka sepenuhnya, tapi Edwin menyarankan agar milenial Indonesia segera mulai menata finansial dari sekarang demi mengamankan masa depan.

“Sebagaimana kemerdekaan bangsa diraih dengan usaha dan perjuangan maka merdeka finansial juga memerlukan komitmen dan disiplin dalam mengatur pendapatan dan pengeluaran serta mengamankan masa depan dengan cara menabung, berasuransi, dan berinvestasi,” sebutnya.

baca juga:

Edwin Limanta pun memberikan tips bagi milenial untuk mencapai kemerdekaan finansial, yakni:

Disiplin Melaksanakan Manajemen Anggaran

Seberapapun penghasilan, jika pengeluaran tidak dianggarkan dengan baik maka tidak akan cukup dan akan habis. Untuk itu, buatlah rencana anggaran setiap bulan untuk pengeluaran, dana darurat, dan persiapan masa depan, yakni tabungan, investasi serta asuransi.

Jika penghasilan diperoleh dalam jumlah tetap dan pada periode yang sama setiap bulan maka buatlah rencana anggaran jangka panjang. Agar dapat disiplin melaksanakan manajemen anggaran sebaiknya bedakan dulu antara kebutuhan dan keinginan agar kondisi keuangan tetap stabil.

Posisikan kebutuhan sebagai skala prioritas dalam pos pengeluaran untuk mencegah kita mengeluarkan uang untuk pengeluaran yang kurang bermanfaat. Kebutuhan sehari-hari merupakan pengeluaran rutin dan harus dipenuhi sedangkan keinginan adalah hal subjektif yang berkaitan dengan selera dan pemenuhannya masih dapat ditunda di lain waktu.

“Ada banyak manfaat melakukan manajemen anggaran, yakni menjaga arus kas, mengamankan aset masa depan, melatih membatasi dari keinginan berutang, membantu mengevaluasi kondisi keuangan sehingga kita dapat mengetahui apakah pemasukan sudah seimbang dengan pengeluaran atau masih perlu penyesuaian. Melakukan manajemen anggaran juga dapat menjadi penyemangat bagi milenial yang giat memaksimalkan kenaikan aset,” ucap Edwin.