Lifestyle

Milenial Jangan Pernah Lelah Dorong Pariwisata dan Ekraf dengan Platform Digital

Platform digital harus dipakai secara maksimal untuk promosikan Indonesia


Milenial Jangan Pernah Lelah Dorong Pariwisata dan Ekraf dengan Platform Digital
Ilustrasi promosi wisata di dunia digital (Dok. Kemenparekraf)

AKURAT.CO, Dari 270 juta warga Indonesia, 210 juta diantaranya adalah pengguna internet aktif. Itu artinya, Indonesia menjadi menjadi pasar dan sekaligus pelaku yang sangat potensial dalam mempromosikan segala produk barang dan jasa, termasuk produk pariwisata dan ekonomi kreatif.

Milenial sebagai kelas dengan populasi besar dan paling produktif saat ini, tentulah wajib menjadi agen bangsa dalam usaha mengenalkan tiap sudut bumi Indonesia yang sangat keren ini.

Maka tak heran bila Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, terus mendorong generasi milenial untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan platform digital dalam upaya mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Sandiaga menyampaikan itu dalam webinar "YES Goes To Campus STIE Bongaya Makassar", Sabtu, (23/10/2021), kemarin. Sandiaga menyampaikan ada enam sektor digital yang berkembang di masa pandemi COVID-19. Keenamnya adalah e-commerce, transportasi, kuliner, online travel, online media, serta layanan finansial.

"Selain itu, ada juga dua landscape bisnis baru yang juga tumbuh yaitu kesehatan dan pendidikan melalui healthtech dan edutech. Ini menjadi peluang untuk mengembangkan ide yang kreatif yang diseimbangkan dengan perencanaan strategi dan riset yang mendalam terutama dalam membaca kebiasaan dan rutinitas konsumen yang berubah drastis sejak pandemi," kata Sandiaga.

Lanjut Sandiaga, kesehatan merupakan suatu keutamaan di masa pandemi COVID-19. Sehingga, masyarakat lebih banyak memanfaatkan platform digital untuk berkegiatan, terutama dalam hal transaksi. 

Di sisi lain, Sandiaga menyebutkan Indonesia memiliki keunggulan di sektor demografi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), 53 persen atau sekitar 143 juta masyarakat Indonesia terdiri dari generasi milenial.

"Dari data tersebut, kita melihat bahwa usia kreatif kita sangat banyak dan ini adalah bonus demografi. Sehingga ini menjadi modal utama dalam pengembangan dunia digital," katanya.

Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf bersama-sama dengan generasi muda terus berupaya mendorong transformasi digital yang dimulai dengan penyiapan sumber daya manusia dan talenta digital dengan sejumlah program.

"Kami melakukan sejumlah program yang langsung bisa dijangkau oleh anak-anak muda kita yang tertarik untuk mengembangkan kariernya di ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi digital adalah pilar utama ekonomi bangsa," ujar Sandiaga.

Sementara itu, Ketua STIE Bongaya Makassar, Mappamiring P, mengatakan, perlu ada pengembangan kreativitas dalam proses pengembangan kewirausahaan.

"Kreatif itu selalu berpikir akan hal-hal yang baru dan kalau itu diimplementasikan, itulah yang berbentuk kewirausahaan," kata Mappamiring.[]